IHSG Melorot 16,428 Poin
Jumat, 14 Mei 2004 16:17 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan akhir pekan, (Jumat, 14/5/2004), kembali terkoreksi 16,428 poin di level 722,709. Melemahnya rupiah masih terus memberikan sentimen negatif di pasar saham.Indeks LQ-45 turun 3,392 poin pada level 156,236, Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,371 poin pada posisi 118,374, Indeks Papan Utama (MBX) turun 4,696 poin pada level 196,705, dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 3,377 poin pada posisi 163,540.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 11.597 kali pada volume 2.782.907 lot saham senilai Rp 808,290 miliar. Sebanyak 13 saham naik, 119 saham turun dan 258 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser diantaranya Internasional Nikel (INCO) yang turun Rp 1.300 menjadi Rp 26.800, Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 7.250, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 200 menjadi Rp 2.750, Indosat (ISAT) turun Rp 200 ke posisi Rp 3.600, Indocement (INTP) turun Rp 150 menjadi Rp 1.500, BCA (BBCA) turun Rp 100 menjadi Rp 3.700, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 75 ke level Rp 1.100, BRI (BBRI) turun Rp 75 menjadi Rp 1.625, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 1.300, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 50 menjadi Rp 13.350.Sedangkan saham yang naik harganya di top gainer diantaranya, Bumi Teknokultura Unggul (BTEK) naik Rp 85 menjadi Rp 210, Indofood (INDF) naik Rp 25 menjadi Rp 675, Bank Buana naik Rp 25 menjadi Rp 625, Ricky Putra Globalindo (RICY) naik Rp 20 menjadi Rp 390, dan Bank Global Internasional (BGIN) naik Rp 5 menjadi Rp 120.Penurunan IHSG hingga kini masih terkait dengan melemahnya rupiah terhadap dolar AS yang hari ini di posisi Rp 9.044/dolar AS. Selain itu, juga karena turunnya bursa-bursa regional.Melemahnya rupiah membuat investor lebih memilih berinvestasi dalam dolar AS karena dinilai lebih menguntungkan, sehingga dana di pasar modal dialihkan ke pasar uang.
(mi/)











































