Menurut Direktur Keuangan GIAA Elisa Lumbantoruan, MoU penyediaan pesawat ini menjadi rangkaian besar peremajaan armada Garuda. Di 2013 mendatang, akan didatangkan 25 armada baru.
"(MoU) Arti tersendiri, karena ini menujukkan kepercayaan perusahaan asing dalam rangka peremajaan armada," jelas Elisa di kantor GMF AeroAsia, Cengkareng Jakarta, Jumat (11/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut VP Communication Garuda Pujobroto jika membeli, harga satu pesawat tersebut bisa mencapai US$ 50 juta. Namun dia tak mau menyebutkan harga sewanya.
Garuda di 2015 akan mengoperasikan sebanyak 153 pesawat terdiri dari B737-800NG, A330-300/200, dan B777-300ER.
CEO RBS Aviation Capital, Peter Barret mengatakan, pihaknya mengapresiasi bentuk kerja sama kepada Garuda.
"Ini kerja sama kami yang pertama kali di Indonesia dan kami berharap kerja sama ini dapat ditingkatkan di masa mendatang, baik Garuda Indonesia maupun dengan institusi lain di wilayah ini," paparnya.
Empat pesawat dilengkapi audio and video on demand (AVOD) dan state of the art entertainment pada setiap kursinya. Salah satu dari dua pesawat yang telah diterima, didesain dengan delivery Garuda era tahun 1960-an.
(wep/dnl)











































