Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai Retreat dengan 66 BUMN di Istana Bogor, Jumat (11/2/2011).
"Saya kira ini sudah IPO dan sudah ada di pasar modal. Jadi biarkanlah mekanisme pasar modal bekerja," ujar Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harapkan lebih tinggi, saya harapkan saham itu akan meningkat nanti," harap Hatta.
Seperti diketahui, harga saham Garuda pada pencatatan saham perdana dibuka turun Rp 50 ke level Rp 700 dari harga perdananya Rp 750 per lembar.
Harga saham Garuda harga terendah di Rp 580 per lembar dan pada hari ini akhirnya ditutup pada Rp 620.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 47,48% atau 3.008.406.725 lembar saham dari total saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terserap oleh penjamin emisi karena sepinya permintaan. Hanya 3.327.331.275 lembar yang terserap oleh pasar, baik melalui pooling ataupun institusi.
Tercatat saham dipesan oleh 11.068 pihak, dengan jumlah lembar 3.327.331.275.
Garuda melepas saham baru sebanyak 6,335 miliar lembar, atau setara dengan 26,67% dari total modal yang ditetapkan. Dengan harga pelaksanaan Rp 750 per lembar maka dana yang dapat Rp 4,751 triliun.
Uang ini tidak dinikmati Garuda sendiri. Pasalnya ada hak saham milik Bank Mandiri, dari utang perseroan yang kemudian dikonversi menjadi saham perdana.
Saham Garuda milik BMRI sebanyak 1,9 miliar lembar, sedangkan milik BUMN Aviasi sendiri 4,4 miliar lembar. Dengan demikian jatuh murni Garuda atas saham IPO miliknya, Rp 3,3 triliun, sedangkan untuk BMRI Rp 1,451 triliun. (nia/dnl)











































