Saham-saham energi dan material dasar memimpin pelemahan, dengan indeks S&P 500 mencatat hari terburuknya sejak 28 Januari.
Pada perdagangan Selasa (15/2/2011), indeks Dow Jones ditutup melema 41,55 poin (0,34%) ke level 12226,64. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 4,31 poin (0,32%) ke level 1.328,01 dan Nasdaq melemah 12,83 poin (0,46%) ke level 2.804,35.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laporan kenaikan harga-harga dan data ekonomi yang relatif tidak memberikan inspirasi membawa saham-saham keluar dari pagar pagi ini," ujar Andrea Kramer, analis dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari AFP, Rabu (16/1/2011).
Data dari Bank Sentral AS menunjukkan aktivitas manufaktur di New York menguat selama Februari, ke titik tertingginya setelah Juni.
Harga-harga impor juga naik secara tidak terduga hingga 1,5% selama Januari, ditopang kenaikan harga minyak. Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, harga-harga menguat 5,3% dibandingkan Januari 2010.
Penjualan ritel, yang merupakan indikator belanja konsumen dan menguasai 2 per tiga perekonomian AS melemah dari yang diperkirakan yakni hanya naik 0,3% selama Januari. Hal itu salah satunya dipicu oleh badai salju yang menerpa sejumlah wilayah di AS.
(qom/qom)











































