Bingung Data Ekonomi, Wall Street Melemah

Bingung Data Ekonomi, Wall Street Melemah

- detikFinance
Rabu, 16 Feb 2011 07:14 WIB
Bingung Data Ekonomi, Wall Street Melemah
New York - Indeks saham di bursa Wall Street ditutup melemah. Investor mundur sejenak setelah saham-saham di AS yang masih rentan sudah menguat hingga menembus titik tertingginya dalam 2,5 tahun.

Saham-saham energi dan material dasar memimpin pelemahan, dengan indeks S&P 500 mencatat hari terburuknya sejak 28 Januari.

Pada perdagangan Selasa (15/2/2011), indeks Dow Jones ditutup melema 41,55 poin (0,34%) ke level 12226,64. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 4,31 poin (0,32%) ke level 1.328,01 dan Nasdaq melemah 12,83 poin (0,46%) ke level 2.804,35.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan terjadi dalam transaksi yang sangat tipis. Perdagangan di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,1 miliar lembar saham.

"Laporan kenaikan harga-harga dan data ekonomi yang relatif tidak memberikan inspirasi membawa saham-saham keluar dari pagar pagi ini," ujar Andrea Kramer, analis dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari AFP, Rabu (16/1/2011).

Data dari Bank Sentral AS menunjukkan aktivitas manufaktur di New York menguat selama Februari, ke titik tertingginya setelah Juni.

Harga-harga impor juga naik secara tidak terduga hingga 1,5% selama Januari, ditopang kenaikan harga minyak. Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, harga-harga menguat 5,3% dibandingkan Januari 2010.

Penjualan ritel, yang merupakan indikator belanja konsumen dan menguasai 2 per tiga perekonomian AS melemah dari yang diperkirakan yakni hanya naik 0,3% selama Januari. Hal itu salah satunya dipicu oleh badai salju yang menerpa sejumlah wilayah di AS.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads