PT Trimegah Sekuritas Tbk (TRIM) menargetkan dana kelolaan anak usahanya, PT Trimegah Asset Management, sampai akhir 2011 bisa mencapai Rp 5,5 triliun. Jumlah ini naik dua kali lipat dibandingkan dana kelolaan di 2010 sebesar Rp 2,7 triliun.
Menurut Direktur Utama TRIM, Omar Sjawaldy Anwar, TRIM juga akan mendorong anak usahanya ini untuk fokus menggarap pasar reksa dana.
"Selain menciptakan transparansi, TRAM juga akan semakin fokus menggarap bisnis utamanya," katanya dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (16/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di 2010, nilai investasi masyarakat di reksa dana sekitar Rp 149,09 triliun. Jumlah itu naik 27,72% dari 2009 sebesar Rp 116,73 triliun. Adapun jumlah investor reksa dana telah mencapai 353.704 nasabah.
Omar menambahkan, nilai investasi di reksa dana yang masih di bawah 10% dari dana simpanan di perbankan terhitung cukup kecil. Sementara jumlah investornya juga baru sekitar 0,1 % dari total penduduk Indonesia yang mencapai 232 juta orang.
"Mestinya nilai investasi di reksa dana bisa di atas 10% dari simpanan di perbankan," tambahnya.
Idealnya, kata Omar, jumlah investor di pasar modal itu sekitar 1% dari jumlah penduduk atau sekitar 2,3 juta orang. Untuk memaksimalkan peluang tersebut, Trimegah berencana menggandeng sejumlah bank guna menjaring nasabah reksadana.
Saat ini sudah ada enam bank yang menjadi partner bagi pemasaran produk-produk Trimegah, dan Trimegah sedang menjajaki untuk bekerja sama dengan empat bank lagi.
Selain menggunakan jalur perbankan, produk reksa dana itu juga akan dijual melalui 18 kantor cabang Trimegah yang berada di 14 kota besar di Indonesia. Omar menuturkan, tahun ini sekitar 70% penjualan reksa dana Trimegah masih akan menggunakan jaringan sendiri dan sisanya melalui perbankan. (ang/dnl)











































