"Tahun 2011 tidak secemerlang tahun lalu. 20-23% saja sudah hebat. Karena risiko yang terjadi lebih berat," ungkap Associate Director PT UOB Kay Hian Securities, Stefanus Susanto di hotel Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (16/2/2011).
Risiko yang dimaksud Stefanus adalah pertumbuhan ekonomi global yang menciut pada tahun 2011. Dari pencapaian di tahun lalu, 4,7%, ekonomi dunia maksimal akan tumbuh 4,1-4,2% di 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sulit kembali 46%. Kita lebih realistis. Tumbuh 20% juga sudah cukup baik," paparnya.
Menurutnya, pasar saham masih mengandalkan sektor komoditi, mulai emiten berbasis minyak, batu bara, sawit, sebagai penggerak IHSG. Faktor eksternal juga perlu dicermati, khususnya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
"Kondisinya, kita terus lihat perkembangannya. Seperti Mesir, kan yang penting adalah Terusan Suez. Kalau makin parah, pasti naik lagi (minyak)," ucapnya.
"Komoditi tetap, karena fund-fund asing seperti itu, uangnya hanya muter-muter saja. Dari minyak, ke batu bara, CPO, timah. Seperti itu terus," imbuh Stefanus.
(wep/ang)











































