IPO Pembangunan Jaya Ancol Tawarkan 10-15% Saham
Senin, 17 Mei 2004 14:11 WIB
Jakarta - Pengelola taman rekreasi Ancol, PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA), akan menawarkan saham ke publik (Initial Public Offering/IPO) sebanyak 10-15 persen atau setara dengan 127 juta saham. Lewat IPO tersebut, perseroan berharap bisa meraup dana antara Rp 120-180 miliar.Demikian diungkapkan Direktur PJA, Budi Karya Sumadi, kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/5/2004).Menurut Budi, lewat IPO tersebut, nantinya saham perseroan akan memiliki nilai nominal Rp 500 dengan price earning ratio (PER) sebesar 10-12 kali. Bertindak selaku penjamin emisi PT Danareksa Sekuritas. Rencananya, perseroan akan melakukan penawaran ke publik pada 25 Juni 2004. Sedangkan listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ) akan dilakukan pada 26-30 Juli 2004.Budi juga menjelaskan, mulai 28 Juni mendatang pihaknya akan melakukan penjajakan pasar (roadshow) ke Singapura. Pihak PJA akan menemui 2-4 institusi keuangan besar dan 40 investor kecil. Diharapkan, hasil IPO tersebut 50 persen diserap investor lokal dan 50 persen asing. "Tapi kita berharap asing lebih banyak," imbuhnya.Menurut Budi, dana hasil IPO sebesar 70 persen akan digunakan untuk penambahan lahan, dimana lahan yang ada saat ini seluas 60 hektar akan diperluas menjadi 80-100 hektar. Sedangkan sebesar 30 persen sisanya akan digunakan untuk pengembangan usaha rekreasi.Pengembangan usaha rekreasi tersebut di antaranya revitalisasi Gelanggang Renang Ancol yang akan diubah menjadi Dunia Atlantis, Pantai Karnaval menjadi Beach Club Carnaval dan penambahan fasilitas rekreasi publik seperti beach pool, inner transportation dan pintu gerbang baru.Saat ini, pemegang saham PJA sebesar 80 persen dikuasai Pemprov DKI Jakarta dan 20 persen PT Pembangunan Jaya. Namun setelah IPO, komposisi kepemilikan saham menjadi 68 persen Pemprov DKI Jakarta, 17 persen PT Pembangunan Jaya dan 15 persen publik.Kinerja perseroan per tahun 2003 mencatat laba bersih sebesar Rp 111,030 miliar karena adanya klaim asuransi atas kebakaran wahana Rama Sinta di Dunia Fantasi. Tanpa adanya klaim asuransi itu, laba bersih perseroan hanya Rp 84 miliar. Sedangkan pendapatan bersih mencapai Rp 434,421 miliar. Untuk tahun 2004, perseroan memproyeksikan pendapatan bersih sebesar Rp 550 miliar dan laba bersih Rp 104 miliar, yang disumbangkan dari hasil rekreasi 60 persen dan properti 40 persen.Saat ini, untuk pasar rekreasi, PJA memimpin dengan pangsa pasar 63 persen, dengan pesaing antara lain Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kebun Binatang Ragunan dan Monumen Nasional (Monas).
(ani/)











































