Ditutup Turun 54,232 Poin, Indeks BEJ Babak Belur

Ditutup Turun 54,232 Poin, Indeks BEJ Babak Belur

- detikFinance
Senin, 17 Mei 2004 16:32 WIB
Jakarta - Hari ini, Senin (17/5/2004), menjadi sejarah kelam bagi Bursa Efek Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur. Untuk pertama kalinya, indeks turun hingga 50 poin, tepatnya 54,232 poin (7,5%), hingga ditutup di level 668,477.Bursa Asia, termasuk BEJ, mengalami penurunan tajam terkait sejumlah sentimen negatif seperti naiknya harga minyak dan rencana kenaikan suku bunga The Fed. Hal itu memicu kekhawatiran, terutama bagi investor asing, hingga mereka berlomba-lomba melepas sahamnya.Indeks LQ-45 turun 13,525 poin pada level 142,711, Jakarta Islamic Index (JII) turun 11,305 poin pada level 107,069, Indeks Papan Utama (MBX) turun 15,024 poin pada level 181,681 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 11,827 poin pada level 151,713.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 17.604 kali pada volume 3.494.979 lot saham senilai Rp 1,177 triliun. Sebanyak 12 saham mencatat kenaikan harga, 143 saham mengalami penurunan harga dan 235 saham lainnya stagnan.Saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar di jajaran top loser didominasi oleh saham-saham unggulan antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 650 menjadi Rp 6.600, Astra Internasional (ASII) turun Rp 650 menjadi Rp 5.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 menjadi Rp 12.850, Indosat (ISAT) turun Rp 350 menjadi Rp 3.275.Kemudian, Bank BCA (BBCA) turun Rp 300 menjadi Rp 3.400, Indocement (INTP) turun Rp 225 menjadi Rp 1.275, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 200 menjadi Rp 2.550, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 150 menjadi Rp 950, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 menjadi Rp 1.175, Bank BRI (BBRI) turun Rp 125 menjadi Rp 1.500 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 125 menjadi Rp 1.175.Di deretan top gainer, saham-saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi di antaranya Bumi Teknokultura Unggul (BTEK) naik Rp 70 menjadi Rp 280, Jaka Artha Graha (JAKA) naik Rp 5 menjadi Rp 20, Bank Permata (BNLI) naik Rp 5 menjadi Rp 40, Ricky Putra Globalindo (RICY) naik Rp 5 menjadi Rp 395 dan Sona Topas naik Rp 5 menjadi Rp 145.Penurunan indeks BEJ merupakan salah satu yang terbesar di Asia dan terbesar selama satu hari dalam sejarah perdagangan di BEJ. Penurunan indeks ini terkait dengan akumulasi sejumlah sentimen negatif, terutama naiknya harga minyak dunia yang menyentuh level US$ 41,40 per barel hingga membuat pelaku ekonomi khawatir akan terjadinya kenaikan beban biaya ekonomi.Selain itu, anjloknya indeks karena antisipasi kenaikan suku bunga The Fed Juni mendatang. Anjloknya IHSG juga mengikuti penurunan bursa regional yang hampir seluruhnya melemah. Kasus bom di kantor HSBC Ankara, Turki, juga ikut menekan perdagangan saham.Pada penutupan perdagangan hari ini, investor asing tampak banyak melepas sahamnya, terutama JP Morgan dan Credit Lyonaisse yang menjual saham hingga mencapai Rp 300 miliar lebih. Panic selling ini kemudian juga diikuti oleh investor lokal. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads