Demikian disampaikan Direktur Utama DIM, John D. Item dalam peluncuran Danareksa Mawar Komoditas dan Konsumer 10, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
"RDPT saat ini Rp 3-4 triliun dengan 8 produk. Akan jadi Rp 5-6 triliun," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Alasan utama adalah, sektor ini masih tetap tumbuh mengingat Indonesia masih butuh banyak power plant untuk mendukung tumbuh kembang bangsa. "Kita akan coba ke arah energi, related. Power plant, cable power, termasuk geothermal," ungkapnya.
Secara keseluruhan, DIM akan mengeluarkan maksimum 10 reksa dana baru. Dimana 2 diantaranya telah meluncur hari ini, yakni Danareksa Mawar Komoditas 10 dan Danareksa Mawar Konsumer 10 yang berbasis saham.
"Secara total 6-10 produk termasuk proteksi, fix income dan equity. Untuk saham masih berpotensi tumbuh. Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia 6-5% indeks tumbuh berapa, earning pun akan tumbuh," paparnya.
John pun tidak ambil pusing dengan penurunan IHSG yang terjadi sejak awal Januari lalu. Menurutnya, valuasi secara wajar IHSG berada di level 4.000-4.200. Namun kepastian titik balik indeks, tidak dapat diketahui secara pasti.
"Mungkin, bisa saja kuartal II," ucap John.
Optimisme serupa disampaikan Presiden Direktur PT Danareksa (Persero), Edgar Saputra. "Secara teknikal, sudah berada di titik terendah. Kalau ga ada sesuatu yang besar terjadi, kita hanya menunggu kembalinya saja. Menjadi 3.800-3.900 itu sangat mudah," imbuhnya.
(wep/qom)











































