Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan sepanjang Januari, rata-rata kurs Rupiah berkisar Rp 8.998 per dolar AS. Meski sempat terdepresiasi pada pertengahan Februari, tetapi diperkirakan tren penguatan Rupiah akanΒ kembali berlanjut, tetapi masih dalam kisaran yang aman.
"Rupiah masih akan menguat. Kisaran Rp 8.900/US$ atau mendekati Rp 9.000/US$ akan menjadi rata-rata tahunan," ujarnya saat jumpa pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk asumsi makro lainnya, Bambang mengungkapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) sepanjang Januari mencapai US$ 97,1 per barel atau lebih tinggi dari asumsi APBN yang hanya US$ 80 per barel.
Sedangkan untuk lifting minyak diperkirakan dalam sebulan pertama 2011 sebesar 910.000 barel per hari (bph), lebih rendah dari target 970.000 bph.
"Harga minyak sempat tinggi ketika kerusushan Mesir, tetapi sekarang sudah mulai turun. Terbukti itu merupakan ulah spekulan. Namun ada upaya spekulasi harga minyak dengan angkat kejadian-kejadian kecil di Timur Tengah seperti di Bahrain, Yaman, dan India, jadi pada hari-hari ini harga minyak WET dan Brent mungkin akan mengalami kenaikan lagi," pungkasnya.
(nia/dnl)











































