Kemenkeu: Rupiah Rata-rata Rp 8.900/US$ di 2011

Kemenkeu: Rupiah Rata-rata Rp 8.900/US$ di 2011

- detikFinance
Kamis, 17 Feb 2011 18:10 WIB
Jakarta - Pemerintah memperkirakan rata-rata nilai tukar rupiah sepanjang tahun ini akan berada di kisaran Rp 8.900/US$. Perkiraan ini lebih rendah dari asumsi APBN 2011 Rp 9.250/US$ karena apresiasi terhadap rupiah yang masih terus berlanjut.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan sepanjang Januari, rata-rata kurs Rupiah berkisar Rp 8.998 per dolar AS. Meski sempat terdepresiasi pada pertengahan Februari, tetapi diperkirakan tren penguatan Rupiah akanΒ  kembali berlanjut, tetapi masih dalam kisaran yang aman.

"Rupiah masih akan menguat. Kisaran Rp 8.900/US$ atau mendekati Rp 9.000/US$ akan menjadi rata-rata tahunan," ujarnya saat jumpa pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (17/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menilai apresiasi terhadap rupiah tersebut akan dapat meredam tekanan inflasi pada tahun ini, terutama untuk inflasi yang berasal dari barang-barang impor.

Untuk asumsi makro lainnya, Bambang mengungkapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) sepanjang Januari mencapai US$ 97,1 per barel atau lebih tinggi dari asumsi APBN yang hanya US$ 80 per barel.

Sedangkan untuk lifting minyak diperkirakan dalam sebulan pertama 2011 sebesar 910.000 barel per hari (bph), lebih rendah dari target 970.000 bph.

"Harga minyak sempat tinggi ketika kerusushan Mesir, tetapi sekarang sudah mulai turun. Terbukti itu merupakan ulah spekulan. Namun ada upaya spekulasi harga minyak dengan angkat kejadian-kejadian kecil di Timur Tengah seperti di Bahrain, Yaman, dan India, jadi pada hari-hari ini harga minyak WET dan Brent mungkin akan mengalami kenaikan lagi," pungkasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads