Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 11,847 poin (0,34%) ke level 3.447,334. Indeks bisa dengan baik menyerap sentimen positif menguatnya Wall Street tadi malam.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (18/2/2011), IHSG melesat 60,508 poin (1,76%) ke level 3.494,888. Sementara Indeks LQ 45 melonjak 13,220 poin (2,18%) ke level 617,845.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantai bursa kembali bergairah, seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia berhasil menguat dengan tingkat kenaikkan yang cukup signifikan. Penguatan dipimpin oleh sektor aneka industri.
Indeks terus berada di zona hijau sepanjang perdagangan, posisi tertingginya sempat berada di level 3.496,516. Semantara posisi terendahnya di level 3.435,311.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 60.646 kali pada volume 1,915 miliar lembar saham senilai Rp 3,494 triliun. Sebanyak 147 saham naik, 51 saham turun, 76 saham stagnan.
Penguatan indeks sejalan dengan bursa-bursa regional. Namun sayangnya bursa China masih ketinggalan di zona merah.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 26,06 poin (0,89%) ke level 2.900,91.
- Indeks Hang Seng melonjak 250,79 poin (1,08%) ke level 23.552,63.
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 12,49 poin (0,12%) ke level 10.849,13.
- Indeks Straits Times naik 24,79 poin (0,80%) ke level 3.107,62.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.500 ke Rp 66.000, Multibreeder (MBAI) turun Rp 850 ke Rp 11.100, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 100 ke Rp 8.900, dan Gas Negara (PGAS) turun Rp 75 ke Rp 3.900.
(ang/qom)
