"Penguatan IHSG hingga diatas level resisten 3500 pekan lalu didorong oleh sentimen positifnya kinerja keuangan emiten-emiten di bursa Indonesia untuk tahun 2010 khususnya di sektor perbankan," jelas Muhammad Fikri, analis dari BNI dalam reviewnya, Senin (21/2/2011).
Seperti diketahui selama pekan lalu beberapa emiten perbankan seperti Bank Mandiri (BMRI), Bank BRI (BBRI), Bank Danamon (BDMN), serta Bank BTN (BBTN) mencatatkan pertumbuhan laba diatas 20% pada tahun lalu. Positifnya kinerja perbankan tahun lalu menggambarkan bahwa aktifitas ekonomi tumbuh sangat positif pada tahun 2010 dan dipercaya akan memicu positifnya kinerja emiten disektor lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disamping dari dalam negeri penguatan IHSG, juga dimotori oleh kondisi bursa regional yang bergerak menguat selama pekan lalu yang juga ditopang oleh sentimen laporan laba emiten dimana Sekitar 181 dari 464 perusahaan dalam MSCI Asia Pacific telah melaporkan pendapatannya dan menunjukkan kinerja yang lebih tinggi dari perkiraan analis.
"Investor berharap ke depan saham akan terus meningkat karena data ekonomi positif dan laba emiten yang terus tumbuh," ujarnya.
Tidak hanya di Asia, Fikri menyatakan sentimen positifnya laporan emiten juga terjadi di pasar Amerika, dimana sejak 10 Januari, sudah 285 dari 395 perusahaan di S&P 500 yang merilis laporan kinerja perusahaan untuk tahun 2010 dimana hampir semua laporan tersebut melebihi perkiraan pasar sehingga mendorong kondisi bullish di pasar.
"Investor mulai percaya diri dan menyadari kondisi mulai stabil sehingga mereka mulai berani menempatkan dana di pasar. Alhasil, Standard & Poor's 500 ditutup naik lebih dari 1% dalam sepekan dan mencapai level tertinggi dalam 32 bulan terakhir," urainya.
Rebound bursa saham di Asia dan Amerika pekan lalu selain didorong oleh positifnya laporan emiten tahun 2010 juga didorong oleh pernyataan bank sentral AS dan Jepang yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonominya sehingga semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap pemulihan ekonomi global. Seperti diketahui pekan lalu the Fed menaikkan prediksi pertumbuhan ekonomi Amerika pada tahun ini menjadi 3,9% dari sebelumnya 3,4%.
Untuk pekan ini, Fikri memperkirakan euforia bullish di pasar saham yang didorong oleh positifnya laporan keuangan emiten tahun lalu diprediksi masih akan terus berlanjut dan menjadi katalis penguatan IHSG. Pasar juga masih berharap terhadap laporan kinerja emiten berkapitalisasi besar yang belum diumumkan seperti Astra Internasional, PT Telkom, serta Bumi resources.
"Namun demikian penguatan IHSG pekan ini masih akan di bayangi oleh sentimen negatif seperti situasi politik di Timur Tengah dan Afrika Utara serta kekhawatiran aksi bank sentral China dalam mengendalikan inflasi dengan menaikkan persyaratan cadangan perbankan yang dipercaya akan mengurangi likuiditas di pasar," imbuhnya.
Sedangkan dari Amerika sentimen negatif pekan ini akan datang dari sentimen penjualan rumah baru di AS yang diprediksikan akan turun 5,7% sebanyak 310.000 unit per Januari 2011 dibandingkan dengan 329.000 unit pada Desember 2010.Β
"Realisasi dari laporan tersebut akan diumumkan pada hari rabu pekan ini dan diprediksi akan menentukan arah pergerakan bursa Amerika pekan ini. oleh karena itu pekan ini investor akan bersikap wait and see terhadap kondisi terkini dari sentimen tersebut diatas dan IHSG diprediksi akan bergerak flat dan mencoba bertahan di atas level 3500," imbuh Fikri,
NB: review tidak mencerminkan pandangan institusi
(qom/qom)











































