Diintai Profit Taking, IHSG Menguat Tipis Saja

Rekomendasi Saham

Diintai Profit Taking, IHSG Menguat Tipis Saja

- detikFinance
Senin, 21 Feb 2011 07:32 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu bergerak sangat sempit di tengah kepungan berbagai sentimen negatif. Meski sempat ragu-ragu di perdagangan awal pekan, IHSG akhirnya mampu menembus lagi level 3.500 di akhir pekan.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
Senin (14/2/2011), IHSG menguat 25,001 poin (0,74%) ke level 3.416,767.
Rabu (16/2/2011), IHSG menguat tipis 0,018 poin (0,01%) ke level 3.416,795.
Kamis (17/2/2011), IHSG menguat 17,595 poin (0,51%) ke level 3.434,380.
Jumat (18/2/2011), IHSG melaju 67,117 poin (1,95%) ke level 3.501,497.

"IHSG menutup akhir pekan dengan hasil cemerlang dimana mengalami penguatan. Kondisi ini melawan anggapan adanya kebiasaan umum bahwa indeks saham akan melemah di akhir pekan," jelas RezaΒ  Priyambada, Managing Research Investment Management Division PT. Asjaya Indosurya Securities.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana bullish masih menyelimuti IHSG, dengan sentimen positif dari keluarnya laporan keuangan emiten. IHSG pada perdagangan Senin (21/2/2011) diprediksi masih akan berlanjut menguat meski tipis-tipis saja.

Sementara pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu, Indeks Dow Jones bertambah 73,11 poin (0,59%) ke level 12.391,25. Indeks Standard & Poor's 500 naik 2.58 poin (0,19%) ke level 1.343,01. Indeks Komposit Nasdaq menguat 2,37 poin (0,08%) ke level 2.833,95.

Namun Bursa Jepang mengawali perdagangan awal pekan ini dengan koreksi tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 17,70 poin (0,16%) ke level 10.825,10.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari Jumat (18/2) IHSG ditutup naik 67 point (+1.95%) ke level 3,501 menyusul aksi beli yang dilakukan oleh sebagian besar investor setelah sempat beberapa lama melakukan aksi wait & see. Asing pada hari Jumat (18/2) melakukan tercatat melakukan net buy sebesar Rp851 milliar dengan sektor yang paling banyak adalah banking dan atomotif. Secara teknikal terlihat indeks mengalami kenaikan yang diikuti dengan peningkatan volume. MA5 terlihat tepat berada pada perpotongan dengan MA20, namun sebaliknya dari volume terlihat MA20 hendak memotong MA5 keatas sehingga pada hari Senin (21/2) IHSG terlihat masih rawan koreksi dengan level support resistance IHSG berada dikisaran 3,429 - 3,550 dengan saham - saham yang dapat diperhatikan a.l. GGRM, ASII dan BMRI.

Kresna Sekuritas:

IHSG kembali melanjutkan penguatan didukung sektor perbankan dan ASII IHSG berpotensi untuk kembali menguji resisten jangka menengah di kisaran 3,530-3,550 dilihat dari RSI dan Stochastic yang mulai menunjukkan momentum penguatan. Untuk hari ini IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3,460-3,555 dengan TLKM dan BBRI sebagai saham pilihan.

Finan Corpindo Nusa:

Penguatan bursa Amerika dan regional serta kembali masuknya dana asing di bursa mendorong penguatan IHSG dengan sektor aneka industri, konsumer, dan konstruksi membukukan kenaikan terbesar. Untuk Senin IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan support 3.455 dan resistance 3.530. Waspadai aksi profit taking. Investor dapat melakukan selective buying sebagai antisipasi menjelang keluarnya laporan keuangan tahun buku 2010.

Indosurya Securities:

Pada perdagangan Senin (21/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.408-3.455 dan resistance 3.528-3.554. Kenaikan yang cukup besar pada akhir pekan lalu membawa optimisme penguatan selanjutnya di bursa saham. Bentuk candle seperti yang terjadi di akhir pekan kemarin hampir sama seperti pada (25/1/11) dimana setelah itu masih bergerak naik; dan pada (21/12/10) dimana setelah itu turun tipis. Diharapkan pasar tidak buru- buru melakukan profit taking karena sentimen positif masih menyelimuti bursa dan secara teknikal juga masih terdapat ruang penguatan. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba mendekati dan menembus area overbought . Kenaikan di akhir pekan kemarin tidak dapat dinilai sudah terlalu tinggi karena level yang dicapai masih di bawah level tertinggi di awal Desember 2010 (3.788,57) dan level tertinggi di awal Januari 2011 (3.789,47) sehingga diharapkan penguatan masih bisa berlanjut.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads