PTBA Turunkan Produksi Batubara 900.000 Ton

PTBA Turunkan Produksi Batubara 900.000 Ton

- detikFinance
Selasa, 18 Mei 2004 14:03 WIB
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menurunkan produksi batubaranya sebesar 900.000 ton menjadi 9,3 juta ton pada tahun ini, atau lebih rendah dari target semula sebesar 10,2 juta ton. Turunnya produksi tersebut karena adanya masalah dalam hal pengangkutan batubara melalui jalur kereta api PT Kereta Api Indonesia (KAI).Demikian diungkapkan Direktur Utama PTBA, Ismeth Harmaini, dalam jumpa pers usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/5/2004).Menurut Ismeth, saat ini terjadi jembatan kereta api Martapura roboh sehingga suplai batubara dari Tanjung Enim ke Suralaya yang melewati jalur Kertapati (Palembang)-Tarahan (Lampung) turun dari semula 6,1 juta ton menjadi 5,5 juta ton.Namun demikian, meski target produksi berkurang, Ismeth memprediksi proyeksi penjualan sebesar Rp 2,4 triliun bisa dipenuhi. "Karena kita melihat harga batubara saat ini cenderung naik sehingga bisa menutup pemasukan dari berkurangnya produksi," katanya. Diperkirakan, kisaran harga batubara untuk ekspor antara US$ 30-50 per ton.Guna mengatasi kerusakan jalur kereta api tersebut, PTBA akan melakukan program singkat dengan menyediakan dana Rp 29 miliar untuk bisa menaikkan ongkos angkut kereta api.Ismeth juga menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan uji tuntas (due diligence) untuk akuisisi 4 tambang batubara di Kalimantan dan Sulawesi. Biaya akuisisi tersebut sebesar US$ 50-100 juta yang berasal dari kas internal perusahaan.Ditambahkan, pihaknya berencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang di antaranya PLTU Banjar Sari di Lahat, Sumatera Selatan dengan kapasitas 2x100 megawatt. Diharapkan, tahun depan PLTU itu sudah dimulai pembangunannya dan siap beroperasi pada tahun 2008.PLTU tersebut dibangun atas kerjasama dengan PT Indonesia Power yang nantinya akan memiliki 51 persen saham. Sementara, PTBA akan menguasai 25,6 persen dan sisanya swasta. Adapun nilai investasi proyek itu sekitar US$ 203 juta.Selain itu, lanjut Ismeth, PTBA juga akan membangun PLTU yang berkapasitas 2x250 megawatt di Pranap, Riau, dimana PTBA memiliki 2,5 miliar ton batubara. Pembangunannya bermitra dengan PT Indonesia Power dan Pemerintah Provinsi Riau. PLTU tersebut diharapkan sudah bisa beroperasi pada tahun 2009.Pola pembiayaan proyek itu memakai sistem Emerging Procurement Contraction (EPC). Diharapkan proposal proyek bisa disetujui oleh PT PLN. Setelah disetujui, diharapkan bisa mengundang investor strategis. Saat ini sejumlah investor telah menyatakan minatnya antara lain dari Cina, Taiwan, Jerman dan Inggris. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads