Merger SCTV-Indosiar Bakal Menguntungkan

Merger SCTV-Indosiar Bakal Menguntungkan

- detikFinance
Selasa, 22 Feb 2011 08:45 WIB
Merger SCTV-Indosiar Bakal Menguntungkan
Jakarta - Rencana penggabungan usaha (merger) antara PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), serta PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) akan menguntungkan. Kedua pemilik stasiun televisi yakni Indosiar dan SCTV itu dipandang memiliki pangsa pasar yang tinggi.

Head of Technical Analyst Batavia Prosperindo Securities, Billy Budiman, menyebut, merger akan dilakukan antara SCMA dan IDKM, dengan EMTK sebagai induk usaha tunggal. Kabar penggabungan usaha ini menjadi  sisi positif bagi industri media, khusus emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Pasar melihat positif karena kedua perusahaan punya pangsa lumayan besar di Indonesia dan bisa meningkatkan profit juga," jelasnya saat dihubungi detikFinance, Selasa (22/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika merger benar terlaksana, SCMA akan lebih diuntungkan karena kondisi keuangan Indosiar saat ini membaik seiring banyaknya program baru yang menjadi unggulan IDKM.

"Keuangan IDKM membaik dengan program mereka, Cinta Fitri, Take Me Out dan lainnya," ucapnya.

Secara industri, saham-saham emiten berbasis media akan terangkat dalam jangka pendek. Ini bisa dilihat, saham EMTK naik Rp 160 atau 13,56% menjadi Rp 1.340, dibandingkan penutupan sebelumnya, Rp 1.180.

Saham SCMA juga meningkat 8,57% atau Rp 300 menjadi Rp 3.800 dari penutupan pekan lalu, Rp 3.500. Sementera IDKM kini ada pada level Rp 1.010 naik Rp 60 (6,32%) dari harga sebelumnya, Rp 950.

Tak hanya ketiga saham ini, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), pengelola 3 TV swasta, RCTI, MNC TV dan Global TV juga naik. MNCN mengalami kenaikan saham 2,04% atau Rp 20 menjadi Rp 1.000 pada perdagangan Senin (21/2/2011) lalu. Juga terjadi kenaikan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) sebesar 9,69% atau Rp 16, menjadi Rp 181.

"Sektor TV sebenarnya baik itu MNCN, SCMA, IDKM. Apalagi nonton adalah kebutuhan primer," tutur Billy.

Seperti diketahui, Dewan Komisaris Indosiar pada rapat dewan komisaris Jumat 18 Februari 2011 sebagaimana tertuang dalam berita acara rapat dewan komisaris No.01/IKM-BOC/II/2011 mendukung rencana merger tersebut sepanjang dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,

Manajemen PT Indosiar Karya Mandiri yang ditanya mengenai detail rencana merger tersebut mengaku tidak tahu mekanisme rencana merger 2 stasiun televisi itu.

"Skemanya itu saya tidak tahu. Itu ada di pemegang saham. Karena  kewenangannya di mereka," ujar Direktur Indosiar Hari Pramono kepada detikFinance, Senin (21/2/2011).
(wep/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads