Demikian diungkapkan Direktur Pefindo Ronald T Andi Kasim disela peresmian kantor baru Pefindo di Panin Tower, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2/2011).Β
"Memang ada satu Pemda yang sudah siap dan sudah final dilakukan pemeringkatan oleh Pefindo. Tetapi saya tidak bisa memberikan informasi lebih jauh yang jelas salah satu Pemda di Pulau Jawa," ujar Ronald.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronald menjelaskan, dengan memberikan peringkat, investor akan memiliki gambaran mengenai obligasi daerah yang layak untuk berinvestasi. Beberapa hal yang akan diungkapkan dari pemeringkatan yaitu, analisa fiskal manajemen pemerintah daerah, pendapatan, pengelolaan pengeluaran, dan penyerapan anggaran daerah.
"Peringkat atau rating diperlukan untuk memberikan gambaran kepada investor dalam mengambil keputusan berinvestasi, sehingga dapat memilih apakah obligasi daerah layak investasi atau tidak," jelasnya.
Biaya yang dibutuhkan menurut Ronald dalam melakukan pemeringkatan obligasi daerah bisa mencapai Rp 650 juta. Namun, perusahaan atau daerah yang sudah pernah akan dikurangi biayanya sesuai kebijakan Direksi.
Selain itu, Ronald menyampaikan ada 2 daerah lain yang juga siap dilakukan assesment untuk diberikan peringkat. Ini merupakan tahapan awal sebelum daerah tersebut menerbitkan obligasi.
"Yang dua ini di luar Jawa, karena proses rating nanti mereka punya hak dipublikasi atau tidak. Satu daerah di Timur satu daerah lain di Indonesia bagian Tengah," kata Ronald.
Lebih jauh Ronald mengatakan kedua daerah tersebut hanya melakukan Financial Management Assestment (FMA) agar diketahui bagaimana tingkat kesehatan daerah tersebut.
Sebelumnya, santer terdengar kabar Pemerintah DKI Jakarta merupakan salah satu yang sudah bekerjasama dengan Pefindo untuk menilai kualitas kinerja keuangan.
Menurut rencana, Pemda DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 1 triliun untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur.
(dru/dnl)










































