Investor Cemas atas Libya, IHSG Turun Tipis 9 Poin

Investor Cemas atas Libya, IHSG Turun Tipis 9 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 23 Feb 2011 09:36 WIB
Investor Cemas atas Libya, IHSG Turun Tipis 9 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan dengan melemah tipis 9 poin. Investor masih cemas atas konflik Libya yang berkepanjangan.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis di posisi Rp 8.865 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.875 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 10,958 poin (0,32%) ke level 3.440,142. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 2,812 poin (0,47%) ke level 607,407.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan, Rabu (23/2/2011), IHSG melemah tipis 9,516 poin (0,28%) ke level 3.441,584. Indeks LQ 45 turun tipis ke level 2,442 poin (0,40%) ke level 607,777.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG masih berada di zona merah, turun 8,969 poin (0,26%) ke level 3.442,131. Sementara Indeks LQ 45 melemah 1,596 poin (0,26%) ke level 608,623.

Ketegangan politik yang terjadi di Libya semakin tak karuan dan terus memuncak. Hal ini membuat harga minyak terus naik sehingga menimbulkan keragu-raguan di mata investor.

Kemarin, IHSG ditutup berkurang 46,543 poin (1,33%) ke level 3.451,100 akibat kerusuhan di Timur Tengah tersebut. Sepanjang perdagangan kemarin, indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau.

Seluruh bursa regional masih tertekan di pagi hari ini. Namun pelemahannya tidak sedalam kemarin, hari ini hanya menurun tipis.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 1,77 poin (0,06%) ke level 2.853,74.   
  • Indeks Hang Seng melemah 47,03 poin (0,20%) ke level 22.943,78.   
  • Indeks Nikkei 225 melemah tipis 19,83 poin (0,19%) ke level 10.644,87.   
  • Indeks Straits Times turun 20,93 poin (0,69%) ke level 2.998,19.   
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat tipis di posisi Rp 8.865 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.875 per dolar AS.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads