Demikian disampaikan perseroan dalam rilis yang diterima detikFinance, Rabu (23/2/2011).
Pencapaian laba perseroan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai 70% dari Rp 1,118 triliun menjadi Rp 1,897 triliun hingga Desember 2010. Namun, beban perseroan juga naik, menjadi Rp 1,557 triliun dari sebelumnya, Rp 884,5 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai dengan akhir 2010, total aset perseroan mencapai Rp 1,478 triliun. Dimana terdiri dari kewajiban Rp 1,187 triliun dan ekuitas Rp 437,1 miliar.
Hari ini perseroan juga menyepakati kerja sama dengan produsen truk asal China, Sinotruk. Kerja sama ini bertujuan untuk memantapkan posisi perseroan dalam alat berat di Indonesia.
INTA menilai, kerja sama dengan Sinotruk didasarkan atas kualitas internasional yang dihadirkan serta harga yang bersaing.
"Sinotruk di akhir 2010 berhasil menggeser posisi produsen truk asal India, Tata, pada posisi 4 dunia dan manetapkan target tifak besar dunia dalam waktu kurang 10 tahun ke depan," kata Direktur Penjualan INTA Willy Rumondor.
Sinotruk merupakan merek dari CNhTC (China National Heavy Truck Company), yang merupakan produsen heavy duty truck. Kehadiran Sinotruk, kata Willy menjadi rangkaian Total Solusi INTA bagi pelanggan yang bergerak di sektor industri pertambangan, transportasi, kehutanan, logistik, agrikultur dan migas.
(wep/ang)











































