Dalam pengoperasiannya di Libya, perusahaan milik Arifin Panigoro itu bermitra dengan Verenex Energy Inc. Konsorsium ini diberikan hak untuk melakukan eksplorasi Area 47 di cekungan Ghadames, bagian Barat Laut Libya pada Januari 2005. Penandatanganan kesepakatan bagi hasil eksplorasi dan produksi dengan BUMN perminyakan Libya dilakukan pada Maret 2005.
Pada awal 2008, Medco mengumumkan proyek pengembangan minyak Libya sebagai salah satu proyek pengembangan kunci dari perusahaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 21 Desember 2009, Libyan Investment Authority (LIA) mengambil Verenex Energy Inc untuk area 47 EPSA, sehingga LIA memiliki 50:50 working interest dengan Medco di blok eksplorasi 47. LIA merupakan perusahaan investasi yang secara penuh dibentuk dan diotoriasai oleh pemerintah Libya di 2008 untuk mengelola pendapatan minyak, dengan aset saat ini mencapai US$ 65 miliar.
Pada 1 April 2010, Medco International Ventures Limited yang merupakan anak usaha dari Medco, yang sudah ditunjuk untuk menjadi operator pada fase eksplorasi menggantikan Verenex Energy Area 47 Libya Limited (VEAL). Medco juga diberikan perpanjangan kontrak sejak 1 April 2010, dengan program kerja memfinalisasi dua sumur penilai, 3 sumur eksplorasi dan 3 sumur uji yang sudah dibor sebelumnya.
Sejak dimulainya kegiatan eksplorasi di Area 47 pada Maret 2005 sampai dengan Desember 2010, Medco Energi dan mitranya telah melakukan survey seismik 3D seluas 1.704 km persegi dan sepanjang 3.908 km seismic 2D dan pemboran sebanyak 21 sumur eksplorasi dan 4 sumur appraisal. Hingga saat ini, total biaya yang telah dikeluarkan hampir mencapai US$ 400 juta.
Kondisi di Libya hingga Rabu ini semakin parah. Untuk pertama kalinya, pemerintah Muamar Khadafi melansir data korban tewas akibat kerusuhan yang terjadi sejak pekan lalu. Jumlah korban tewas sebanyak 300 orang, rinciannya 189 warga sipil dan 111 tentara.
Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan kutukan atas insiden yang terjadi di Libya. Sedangkan Muamar Khadafi dalam pidatonya yang penuh kemarahan semalam menyatakan, dia akan berjuang hingga darah penghabisan.
Sejumlah perusahaan minyak sudah mengumumkan rencana evakuasi para ekspatriatnya yang bekerja di Libya, seperti Total dan BP. Medco sendiri sebelumnya mengaku belum memutuskan apakah akan mengevakuasi karyawannya atau tidak. Menurut juru bicara Medco, Sisca Alimin, Medco terus memonitor kondisi di Libya.
Kondisi di Libya tersebut terus membuat harga minyak terus melambung. Pada perdagangan Rabu (23/2/2011) di pasar Asia pagi ini, minyak light sweet pengiriman April kembali naik 4 sen menjadi US$ 95,46 per barel. Minyak Brent pengiriman April naik 22 sen menjadi US$ 106 per barel.
Libya merupakan salah satu anggota OPEC, dengan produksi termasuk terbesar keempat di Afrika setelah Nigeria, Aljazair dan Angola. Produksi minyak Libya ditargetkan mencapai 1,8 juta barel per hari (bph), dengan cadangan diperkirakan mencapai 42 miliar barel. (qom/dnl)











































