"Sebelum akhir tahun akan kami lakukan," jelas Presiden Direktur INTA Petrus Halim, di Hotel Gran Hyaat, Jakarta, Rabu, (23/2/2011).
Target besaran rights issue akan disesuaikan kebutuhan pendanaan perseroan dalam rangka pengembangan usaha ke sektor pertambangan. Meskipun sebelumnya Petrus mengaku kisaran rights issue INTA senilai Rp 1 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, bisnis pertambangan memiliki prospek di masa mendatang. Hingga sangat sayang jika Perseroan hanya berkecimpung sebagai penyedia alat berat khusus barang tambang. Saat ini, perseroan tengah menjajaki 2-3 tambang yang akan diakusisi.
"Saat ada harga sedang turun, pemasukan ikut turun karena konsumer kami yang merupakan perusahaan tambang, kesulitan membayar," ucap Petrus.
Sepanjang 2011, INTA membidik pendapatan Rp 2,7 triliun, naik 40% dibandingkan perkiraan tahun sebelumnya Rp 1,89 triliun. Pendapatan dikontribusikan oleh jasa kontraktor pertambangan yang naik 100 ribu ton per bulan pada 2011.
(wep/dnl)











































