PT Medco Energi International Tbk (MEDC) sedang dalam proses untuk mengevakuasi karyawannya yang sedang berada di Libya. Eksplorasi migas perseroan di Libya dihentikan sementara.
Direktur Medco Lukman Mahfoedz mengatakan, Medco Internasional Venture Limited (MIVL ) yang mengoperasikan Libya Area 47 mempunyai sekitarΒ 80 staf. Sebanyak 85% merupakan karyawan asli Libya yang menetap di sana sehingga tidak akan dievakuasi.
"Sedangkan 15% sisanya adalah expatriate multi national, termasuk warga negara Indonesia. Sebagian saat ini sedang field break. Ada 4 orang yang sedang proses pemulangan ke Indonesia dan Eropa," jelasnya dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Kamis (24/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah keuntungan menggunakan tenaga kerja nasional (Libya)," ujarnya.
Ia mengatakan, dengan adanya rencana pemulangan karyawan itu, proyek perseroan di negara kaya minyak itu terpakas dihentikan sementara sampai situasi kembali pulih.
"Kita sementara ini slow down atau hentikan kegiatan operasi drilling di lapangan untuk drilling eksplorasi sumur yang baru," katanya.
Tahun lalu, Medco mengalokasikan dana sebesar US$ 78 juta untuk kegiatan eksplorasi di blok 47 Libya. Medco dan partnernya mengebor lima sumur yang terdiri dari tiga sumur ekplorasi dan dua appraisal.
Dana untuk mengebor masing-masing sumur sekitar US$ 8 juta. Tahun lalu, Medco dan mitranya sudah mengebor 21 sumur di sana yang terdiri dari 17 sumur eksplorasi dan 4 sumur appraisal.
Kondisi di Libya hingga kemarin semakin parah. Untuk pertama kalinya, pemerintah Muamar Khadafi melansir data korban tewas akibat kerusuhan yang terjadi sejak pekan lalu. Jumlah korban tewas sebanyak 300 orang, rinciannya 189 warga sipil dan 111 tentara.
Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan kutukan atas insiden yang terjadi di Libya. Sedangkan Muamar Khadafi dalam pidatonya yang penuh kemarahan semalam menyatakan, dia akan berjuang hingga darah penghabisan.
Kondisi di Libya tersebut terus membuat harga minyak terus melambung. Pada perdagangan Rabu (23/2/2011) di pasar Asia, minyak light sweet pengiriman April kembali naik 4 sen menjadi US$ 95,46 per barel. Minyak Brent pengiriman April naik 22 sen menjadi US$ 106 per barel.
Libya merupakan salah satu anggota OPEC, dengan produksi termasuk terbesar keempat di Afrika setelah Nigeria, Aljazair dan Angola. Produksi minyak Libya ditargetkan mencapai 1,8 juta barel per hari (bph), dengan cadangan diperkirakan mencapai 42 miliar barel.
(ang/qom)











































