Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 8.875 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.860 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 13,422 poin (0,35%) ke level 3.460,701. Ini akibat berbagai sentimen negatif masih membayangi pergerakan indeks
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (24/2/2011), IHSG terkoreksi 21,850 poin (0,63%) ke level 3.452,273. Sementara Indeks LQ 45 melemah 6,227 poin (1.02%) ke level 609,913.
Harga minyak yang terus menanjak menjadi kekhawatiran akan tingginya inflasi Februari. Hal ini membuat investor kembali mengamankan portofolionya.
Menutup perdagangan, Kamis (24/2/2011), IHSG melemah 34,991 poin (1,01%) ke level 3.439,132. Sementara Indeks LQ 45 turun 8,57 poin (1,39%) ke level 607,57
Sepanjang perdagangan sesi II, indeks terus berada di zona merah akibat sentimen negatif inflasi.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 105.926 kali pada volume 4,456 miliar lembar saham senilai Rp 4,448 triliun. Sebanyak 56 saham naik, 153 saham turun, 68 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional juga terjebak di zona merah. Hanya bursa China yang masih naik tipis.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 16,57 poin (0,58%) ke level 2.879,21.
- Indeks Hang Seng melemah 305,86 poin (1,34%) ke level 22.601,04.
- Indeks Nikkei 225 turun 126,39 poin (1,19%) ke level 10.452,71.
- Indeks Straits Times terkoreksi 28,12 poin (0,94%) ke level 32.973,73.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Into Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.500 ke Rp 46.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 36.500, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 500 ke Rp 21.700, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 ke Rp 51.400.
(dnl/dnl)











































