Demikian disampaikan perseroan dalam keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (24/2/2011).
Penjualan bersih perseroan naik 12,3% dari 2009 Rp 3,199 triliun menjadi Rp 3,592 triliun. Peningkatan pejualan disebabkan kenaikan harga komoditas, terutama karet dan produk sawi, serta volume penjualan bibit sawit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total volume penjualan perseroan mencapai Rp 3,592 triliun, naik 12,3% dibandingkan periode sebelumnya, Rp 3,199 triliun. Dimana produksi CPO mencapai Rp 2,81 triliun, naik tipis 4,1% dari sebelumnya, Rp Rp 2,707 triliun.
Penjualan karet juga melonjak 47,7% dari Rp 363,2 miliar menjadi Rp 536,6 miliar. Sementara Seeds naik menjadi Rp 193,2 miliar.
Sementara, total produksi CPO sepanjang 2010 mencapai 352.437 ton, turun 5,8% dari periode sebelumnya, 374.134 ton. Sementara produksi karet mencapai 18.318 ton, turun 17,2% dari sebelumnya, 22.110 ton.
Atas pencapaian penjualan dan produksi tersebut, laba kotor perseroan berada pada level Rp 1,77 triliun, naik 27,4% dari sebelumnya Rp 1,39 triliun.
Laba bersih perseroan pun naik 46,1%, menjadi Rp 1,03 triliun, dibanding periode sebelumnya, Rp 707,5 miliar, dengan laba per saham Rp 151 per lembar.
(wep/dnl)











































