Harga Minyak Surut, Wall Street Membaik

Harga Minyak Surut, Wall Street Membaik

- detikFinance
Jumat, 25 Feb 2011 07:25 WIB
Harga Minyak Surut, Wall Street Membaik
Jakarta - Harga minyak jenis Brent kemarin sempat meroket ke US$ 120 sebelum akhirnya surut setelah munculnya rumor tertembaknya pemimpin Libya Muammar Khaddafi. Bursa Wall Street pun ikut membaik.

Pada perdagangan Kamis (24/2/2011), harga minyak Brent akhirnya ditutup hanya naik 11 sen ke level US$ 111,36 per barel. Minyak Brent ditutup naik 82 sen ke level US$ 97,28 setelah sempat melonjak ke US$ 103,41 per barel.

Membaiknya harga minyak setelah sempat mengamuk menembus level tertingginya itu langsung membuat bursa Wall Street membaik. Meski ditutup melemah, namun porsinya sudah tidak terlalu besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Kamis (24/2/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 37,28 poin (0,31%) ke level 12.068,50. Indsks Standard & Poor's 500 juga melemah 1,30 poin (0,10%) ke level 1.306,10 dan Nasdaq naik 14,91 poin (0,55%) ke level 2.737,90.

Indeks S&P 500 membaik dari titik terendahnya akibat kekhawatiran atas dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap aktivitas perekonomian. Saham-saham sempat memburuk ketika harga minyak Brent menembus US$ 120 per barel. Indek sudah turun 2,7% sepanjang pekan ini, namun investor meyakini akan ada rebound lagi,

"Rebound itu menunjukkan masih adanya support untuk beli. Libya adalah alasan yang bagus untuk memicu pelemahan, namun saya tidak berpikir siapapun akan mengubah pikirannya terhadap pemulihan ekonomi karena ini," ujar David Joy, analis dari Columbia Management seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/2/2011).

Perdagangan berjalan cukup semarak, dengan transaksi di New York Stock Echange mencapai 8,90 miliar lembar saham, di atas rata-rata harian tahun ini yang sebesar 8,47 miliar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads