Hal ini disampaikan manajemen INDF dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (25/2/2011).
Meski laba bersih IndoAgri susut, namun hal ini tidak diikuti dengan pendapatan perseroan. Di mana pendapatan konsolidasi IndoAgri naik 44,9% menjadi Rp 9,484 triliun, dari sebelumnya Rp 9,04 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba sebelum pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan juga naik 13,6% dari Rp 2,681 triliun menjadi Rp 3,045 triliun hingga akhir Desember 2010.
Laba usaha perseroan kemudian susut 8,3% dari Rp 3,264 triliun menjadi Rp 2,993 triliun. Penurunan laba usaha dikarenakan kontribusi dari keuntungan dari perubahan nilai wajar biological assets yang berkurang dari Rp 622 miliar menjadi hanya Rp 309 miliar.
Dengan demikian laba sebelum pajak pun mencapai Rp 2,655 triliun turun 8,1% dari periode yang sama tahun lalu Rp 2,888 triliun.
Laba bersih akhirnya dicatatkan pada posisi Rp 1,906 triliun, dengan laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham mencapai Rp 1,402 triliun. Laba per saham mencapai Rp 974, turun 8,2% dari sebelumnya Rp 1.061.
(wep/dnl)











































