Faktor Eksternal Picu Penurunan Transaksi Obligasi pada Mei

Faktor Eksternal Picu Penurunan Transaksi Obligasi pada Mei

- detikFinance
Jumat, 21 Mei 2004 12:28 WIB
Jakarta - Penurunan transaksi perdagangan obligasi baik pemerintah maupun korporasi yang terjadi belakangan ini disebabkan oleh faktor eksternal. Hal ini mengakibatkan harga obligasi menjadi naik, sedangkan tingkat hasil pengembalian (yield) menjadi turun. Saat ini rata-rata per minggu transaksi obligasi pemerintah hanya mencapai Rp 1 triliun, lebih rendah dibandingkan pada bulan lalu sekitar Rp 5-6 triliun per minggu. Demikian diungkapkan Head of Departement Research Danareksa Paulus Nurwandono di Jakarta, Jumat (21/5/2004).Menurutnya faktor eksternal, terutama berubahnya pasar di kawasan regional dan global menjadi pemicu perpindahan inevstasi dari obligasi ke instrumen pasar uang lainnya. Sementara Direktur BES Guntur T. Pasaribu mengakui harga obligasi saat ini, terutama obligasi pemerintah, mengalami kenaikan yang menyebabkan yield obligasi turun. Hal itu juga dipicu oleh terbatasnya supply obligasi pemerintah di pasar, selain karena menguatnya dolar terhadap mata uang rupiah dan negara lainnya.Namun Guntur melihat kondisi penurunan transaksi obligasi saat ini hanya merupakan kejadian yang temporer. Diharapkan dalam 2-3 bulan mendatang sudah ada recovery kembali. Dia juga menjelaskan rencana kenaikan suku bunga oleh BI tak akan berpengaruh banyak terhadap minat investasi obligasi.Menurutnya, jika kenaikan SBI hanya 10-15 basis poin maka investasi pada obligasi masih lebih menguntungkan dibandingkan deposito. Tercatat pada Maret 2003, total perdagangan obligasi di BES mencapai Rp 51,7 triliun. Pemerintah akan kembali melelang SUN pada 25 Mei 2004 untuk FR0025 Rp 3,5 triliun. Penerbitan obligasi pemerintah itu diharapkan bisa memperbanyak supplai obligasi yang menurun saat ini. (nit/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads