Laba BTPN Meningkat 99%

Laba BTPN Meningkat 99%

- detikFinance
Senin, 28 Feb 2011 07:02 WIB
Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasioal Tbk (BTPN) membukukan kenaikan laba bersih di 2010 sebesar Rp 836,8 miliar atau meningkat 99% dibandingkan periode yang sama tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp 420,4 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit perseroan yang selama 2010 mencapai Rp 23,3 triliun atau tumbuh 48% dari tahun 2009 yang sebesar Rp 15,7 triliun. Pertumbuhan kredit itu ditopang rasio kredit bermasalah (NPL) di posisi 0,48%.

Direktur Utama BTPN, Jerry Ng mengatakan, di tahun 2011 BTPN tetap  mengembangkan bisnis Pensiun dan UMK melalui penyaluran kredit dan program-program pemberdayaan dan pengembangan kapasitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BTPN telah mempersiapkan modal yang cukup untuk menghadapi pertumbuhan bisnis di 2011 dengan Rasio kecukupan modal (CAR) BTPN per 31 Desember 2010 mencapai 23,40%," ujar Jerry dalam siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Senin (28/2/2011).

Untuk dana pihak ketiga (DPK) dimana Per 31 Desember 2010, DPK mencapai Rp 25,5 triliun atau tumbuh 38% (yoy). Sementara itu, aset BTPN juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp 34,5 triliun atau meningkat 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 22,3 triliun.

Jerry memaparkan, BTPN masih konsisten mengembangkan bisnis di segmen mass market, dengan melayani para pensiunan dan pelaku Usaha Mikro & Kecil (UMK). Dikatakan Jerry, BTPN juga melakukan pemberdayaan yang mulai dikembangkan pada akhir 2008 lalu yakni pensiun Sehat & Sejahtera (PSS) dan Capacity to Grow (C2G).

"PSS  bertujuan memberikan kesempatan bagi para nasabah Pensiunan untuk memenuhi keseluruhan elemen sehat dan sejahtera, terdiri dari 3 pilar program yaitu Pusat Informasi, Program Konsultasi, dan Peluang Usaha. Sementara C2G bertujuan meningkatkan kemampuan nasabah BTPN I mitra usaha rakyat (MUR) dalam mengelola usahanya melalui 3 pilar utama yaitu Pusat Informasi, Program Pelatihan, dan Peluang Usaha baru," jelasnya.

(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads