Sidomulyo dan Aditech Tunda IPO

Sidomulyo dan Aditech Tunda IPO

- detikFinance
Selasa, 01 Mar 2011 09:58 WIB
Jakarta - Dua calon emiten, PT Sidomulyo Selaras dan PT Aditech Cakrawiyasa dipastikan menunda penawaran umum saham perdana (IPO) mereka pada semeter II-2011. Langkah ini diambil terkait kondisi IHSG yang tengah menurun sejak awal tahun.

"Dengan kondisi pasar seperti ini ada yang menunda. Aditech menunda. Sidomulyo Selaras menunda rencana pencatatan saham perdana, pada kuartal pertama 2011," jelas Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito, saat ditemui di kantornya, SCBD Jakarta, Senin (28/2/2011) malam.

Ia menyebutkan, pasar saham saat ini masih menghadapi volatilitas yang cukup tinggi. Yang tadinya, perseroan memakai tahun buku September 2010 dalam pengajuan IPO, menjadi berganti Desember 2010. Pencatatan saham perdana keduanya pun diperkirakan baru terlaksana pada semester II-2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertimbangan nyata yang dipegang calon emiten tersebut adalah, merosotnya harga perdana 3 emiten baru di 2011. Mulai dari  PT Megapolitan Development Tbk, PT Martina Bertho Tbk, dan terakhir PT Garuda Indonesia Tbk.

"Penundaan biasa, masalah timing, masalah kritikal. View investor terhadap ketiga saham IPO, dengan peak (puncak) di Garuda. Namun masalah timing itu susah," tegas Eddy.

Sebelumnya, manajemen PT Sidomulyo Selaras, perusahaan jasa transportasi bahan kimia dan bahan berbahaya, siap mencatatkan saham perdananya (Initial Public Offering) pada triwulan I-2011. Perseroan siap melepas 30% saham ke publik.

Sidomulyo sendiri telah mempercayakan PT Makinta Securities selaku penjamin emisi (underwriter) atas IPO perseroan. PT Sidomulyo Selaras sendiri telah berdiri sejak 1986. Saat ini perseroan dipimpin oleh Sasminto Tjoe dengan dua fokus bisnis utama, yaitu logistik dan transportasi.

Sedangkan Aditech, merupakan produsen kompor gas merek Quantum. Nilai IPO perseroan berkisar di bawah Rp 500 miliar. Aditech juga telah menunjuk PT Dinamika Usaha Jaya Sekuritas selaku pelaksana penjamin emisi (underwriter) atas saham perdana perseroan.

Kondisi pasar yang kurang baik selama awal tahun 2011 telah menyebabkan 3 IPO tidak sukses. Tiga 'tamu' BEI di awal 2011 yakni 3 tamu yakni PT Megapolitan Development Tbk (EMDE), PT Martina Berto Tbk (MBTO) dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bernasib kurang beruntung karena harga sahamnya langsung tergerus.

(wep/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads