Wall Street Abaikan Tingginya Harga Minyak

Wall Street Abaikan Tingginya Harga Minyak

- detikFinance
Kamis, 03 Mar 2011 06:40 WIB
Wall Street Abaikan Tingginya Harga Minyak
New York - Indeks saham di bursa Wall Street berhasil menguat tipis meski masih dibayangi tingginya harga minyak mentah dunia. Investor merespons positif data yang memberikan sinyal perekonomian dapat menerima tingginya harga minyak itu.

Pergerakan indeks saham di Wall Street cukup fluktuatif pada perdagangan kemarin. Minyak Brent sempat menembus titik tertingginya di atas US$ 117 per barel sebelum akhirnya surut. Minyak Brent ditutup naik 93 sen menjadi US$ 116,35 per barel.

"Guncangan gelombang awal (dari lonjakan harga minyak) sudah pergi dan kita menyadari bahwa perekonomian dunia baik-baik saja, perekonomian kita juga baik saja. Disana terjadi keseimbangan satu sama lain," ujar Joseph Benanti, managing director Rosenblatt Securities seperti dikutip dari Reuters, Kamis (3/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Rabu (2/3/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 8,78 poin (0,07%) ke level 12.066,80. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 2,11 poin (0,16%) ke level 1.308,44 dan Nasdaq menguat 10,66 poin (0,39%) ke level 2.748,07.

Namun volume perdagangan tidak terlalu besar, transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,69 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian sepanjang tahun ini yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.

Data perekonomian cukup positif, Beige Book dari Federal Reserve menunjukkan perekonomian menggeliat selama 2011 dan survei swasta menunjukkan kuatnya permintaan sektor swasta.

Saham Apple berhasil mendongkrak Nasdaq setelah chief executive Steve Jobs mengejutkan investor dengan tampil secara personal saat peluncuran iPad terbaru di San Francisco. Saham Apple menguat hingga 0,8% ke level US$ 352,12.

Sementara saham Yahoo Inc menguat hingga 3,3%. Yahoo sedang dalam pembicaraan untuk melepaskan kerjasamanya di Jepang dalam rangka berkompetisi dengan Google Inc dan Facebook.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads