Seiring luruhnya harga minyak mentah, perhatian investor kini terfokus pada data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi sebelum laporan angka pengangguran AS.
"Masih ada kekhawatiran seputar tingginya harga minyak, namun titik dasarnya adalah perekonomian AS membaik. Kami terus mendapatkan konfirmasi itu dan ini adalah sentimen positif menjelang angka (pengangguran) pada Jumat," ujar Ryan Detrick, analis teknikal dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari Reuters, Jumat (4/3/3011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun volume perdagangan mulai surut, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,99 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian tahun ini yang hanya sebesar 8,47 miliar lembar saham.
Harga minyak sendiri sudah turun setelah Liga Arab mengajukan proposal damai untuk Libya. Minyak light sweet pengiriman April turun 32 sen menjadi US$ 101,91 per barel dan minyak Brent turun 1,56 dolar menjadi US$ 114,79.
(qom/qom)











































