“Sekarang ini dari sisi keuangan kita punya opsi pilihan, ke depan kita memikirkan menerbitkan (global bond), bahkan kalau bagus kita bisa menerbitkan obligasi,” kata Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto kepada detikFinance, Kamis (3/3/2011)
Himawan menambahkan, jika tak ada aral melintang, BUMN Properti ini akan melepas global bond setara Rp 500 miliar tahun ini, Sementara untuk obligasi, ia merencanakan bisa dilakukan pada tahun depan dengan nilai perkiraan hingga Rp 1-2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, sejak tahun 2008 Perumnas sudah meraup untung setelah sebelumnya terus mengalami rugi. Tahun 2011 ini Perumnas menargetkan pendapatan hingga Rp 2,5-3 triliun dengan nilai laba hingga Rp 300 miliar.
Hal ini didukung dari adanya proyek program rumah murah dengan perkiraan suntikan dana Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp 500 miliar di 2011. “Kita selalu growth rata-rata 40%, laba selalu naik,” katanya.
Ia menjelaskan, rencana penerbitan surat utang ini harus menjadi pilihan bagi perseroan akan bisa terus tumbuh. Bahkan kata dia, untuk semakin memantapkan posisi Perumnas, pihaknya sudah mengusulkan ke Kementerian BUMN agar Perum Perumnas bisa diganti menjadi Perseroan Terbatas (PT).
“Kita akan upayakan termasuk obligasi, kalau sampai suplai 100.000 unit, kita harus mencari terobosan, keluasan yang lebih nyaman,” katanya.
Menurutnya, kini Perumnas terus sedang berbenah untuk bisa mengembalikan kejayaan Perumnas sebagai satu-satunya pengembang yang memiliki cakupan luas berada lebih dari 300 lokasi atau kota di seluruh Indonesia.
(hen/ang)











































