BI Jaga Rupiah agar Tak Menguat Terlalu Ekstrim

BI Jaga Rupiah agar Tak Menguat Terlalu Ekstrim

- detikFinance
Jumat, 04 Mar 2011 14:57 WIB
BI Jaga Rupiah agar Tak Menguat Terlalu Ekstrim
Jakarta - Nilai tukar rupiah terus menguat seiring derasnya aliran modal ke Indonesia. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) menjaga pergerakan nilai tukar rupiah agar tidak menguat terlalu ekstrim.

Demikian diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (4/3/2011).

"Iya sebetulnya kaitannya itu begini, karena kita tahu core inflation sebagian dipengaruhi oleh imported inflation dari luar, kemudian capital inflow masih terus berjalan, artinya tekanan dia (rupiah) menguat masih terjadi, kita biarkan. Tapi itu tidak dilepaskan loh, tetap di bawah kendali, tetep intervensi berjalan, sehingga rupiah menguatnya tidak terlalu ekstrim," ujar Darmin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan terus menguat dalam beberapa bulan ke depan karena terjadinya ketidakseimbangan pertumbuhan dan imbal hasil di negara-negara berkambang.

"Memang kelihatannya capital inflow masih tetep berjalan, karena imbalances atau ketidakseimbangan pertumbuhan dan imbal hasil negara-negara maju, mau tidak mau akan ada. Walaunpun tidak sama masing-masing negara, misal satu negara akan melambat, tapi arahnya akan tetep ada sehingga tekanan untuk rupiah menguat terlanjur besar. Tinggal kita kebijakannya responsnya bagaimana? Membiarkan, menahan sebagian, atau menahan lebih keras," papar Darmin.

Dan penguatan rupiah dalam beberapa bulan ke depan, diyakini Darmin akan bisa menekan inflasi inti.

"Penguatan rupiah pada bulan ke depan, akan mempengaruhi inflasi inti ke bawah, karena apa? Barang-barang yang impor dengan kurs rupiah yang lebih kuat akan mempengaruhi," imbuh Darmin.

Darmin menambahkan, penguatan nilai tukar rupiah dijaga kepada titik yang tidak berbeda dengan negara-negara dikawasan regional. Karena menurut Darmin daya saing nilai tukar rupiah menjadi turun nantinya ketika tidak dijaga.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI berada diposisi Rp 8,793/US$ yang merupakan angka terendah di 2011.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads