IHSG Raup 2,89% Pekan Lalu

Ulasan Sepekan

IHSG Raup 2,89% Pekan Lalu

- detikFinance
Senin, 07 Mar 2011 08:10 WIB
Jakarta - Pekan lalu indeks harga saham gabungan ditutup pada level 3542.903 Atau tercatat menguat sebesar 2,89% dalam sepekan. Penguatan yang terjadi pada IHSG pekan lalu didorong oleh aksi beli selektif investor asing yang dipicu oleh berbagai sentimen positif dipasar. Tercatat investor asing selama pekan lalu mencatatkan net buy sell sebesar Rp 1,384 triliun.

Seperti diketahui perdagangan IHSG pada pekan lalu diwarnai oleh beberapa sentimen positif seperti BI Rate yang tetap bertahan di level 6,75%, pengumuman data inflasi untuk bulan Februari sebesar 0,13% atau jauh dibawah ekspektasi para analis sebesar 0,3%-0,5%, positifnya laporan keuangan sejumlah emiten tahun 2010, dan mulai meredanya krisis politik di timur tengah yang berdampak pada turunnya harga minyak dunia.

"Melonjaknya bursa saham selama pekan lalu tidak hanya terjadi dibursa asia, melainkan juga terjadi dibursa amerika yang dipicu oleh turunnya angka pengangguran amerika di bawah 9% untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir," jelas Muhammad Fikri, analis dari BNI dalam reviewnya, Senin (7/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan departemen tenaga kerja AS menyatakan bahwa angka payrolls naik menjadi 192 ribu pada Februari, atau di atas prediksi analis dia angka sekitar 185 ribu. Lebih lanjut, departemen tenaga kerja AS juga menyatakan bahwa unemployment rate di amerika turun ke 8,9% dari 9%. berkurangnya angka pengangguran di Amerika telah meningkatkan keyakinan investor terhadap optimisme perekonomian AS.

"Disamping itu kembali turunnya harga minyak mentah dunia juga bagus bagi ekspor Asia, karena harga minyak yang rendah mampu meredam potensi inflasi. Untuk jangka panjang berbagai sentimen positif tersebut memberikan angin segar terhadap upaya pemulihan ekonomi global dan akan memperkuat fundamental ekonomi dunia," urainya.

Namun demikian, lanjut Fikri, untuk perdagangan minggu ini faktor yang akan menjadi katalis penggerak IHSG masih mengenai krisis konflik Timur Tengah dan rilis laporan kinerja emiten tahun 2010. Setelah menguat cukup signifikan selama pekan lalu pergerakan IHSG pekan ini diprediksi akan terbatas. Aksi profit taking mulai membayangi bursa, seperti yang terjadi di pasar Amerika pada akhir perdagangan jumat pekan lalu yang ditutup melemah sebagai imbas dari profit taking.

"Tanda-tanda profit taking di bursa saham Indonesia pada dasarnya telah terlihat pada akhir perdagangan jumat pekan lalu dimana investor asing tercatat beramai-ramai keluar dari pasar kondisi inilah yang diprediksi akan kembali berlanjut pada awal pekan ini," tambahnya.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads