Demikian hasil Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) yang dikutip, Senin (7/3/2011).
"Perkembangan di pasar saham pada Februari 2011 kembali stabil setelah sempat menurun pada bulan sebelumnya. Pasca pengumuman kenaikan BI Rate, IHSG tercatat menguat tipis sebesar 1,8% dan ditutup pada level 3.470,2," demikian isi kajian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping prospek makroekonomi yang baik, aksi beli investor asing juga menopang pertumbuhan IHSG selama Februari 2011.
Perilaku investor asing tersebut berkaitan erat dengan stabilnya fundamental mikro emiten yang ditandai oleh pertumbuhan laba yang cukup tinggi pada beberapa emiten, khususnya di sektor keuangan.
Indikator Earning Before Interest Tax and Depreciation (EBITDA) indeks yang mencerminkan kondisi fundamental emiten juga bergerak stabil mengiringi pertumbuhan IHSG.
"Dengan perkembangan tersebut, investor asing pada Februari mampu membukukan beli neto sebesar Rp 2,12 triliun atau naik dari bulan sebelumnya yang hanya mencatat jual neto sebesar Rp 2,61 triliun," jelas kajian itu.
Dari sisi sektoral, penopang utama pertumbuhan IHSG selama Februari 2011 yaitu sektor perdagangan dan sektor berbasis industri.
Penguatan pada sektor tersebut didorong oleh nilainya yang cenderung undervalued, kecuali sektor industri barang konsumsi yang tengah mengalami pertumbuhan cukup tinggi di 2010.
(dnl/qom)











































