Dibanding Bursa Regional, Saham BEJ Masih Murah

Dibanding Bursa Regional, Saham BEJ Masih Murah

- detikFinance
Sabtu, 29 Mei 2004 11:38 WIB
Jakarta - Harga saham-saham di Indonesia yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) masih lebih murah dibanding saham di bursa kawasan regional lainnya. Kondisi ini dinilai akan menarik investor untuk masuk asalkan politik dan ekonomi stabil.Indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEJ yang lebih murah ketimbang bursa regional lainnya ditunjukkan dari price earning ratio (PER/rasio harga saham sejenis) yang hanya sebesar 10,5 kali. Sedangkan bursa saham Malaysia sebesar 13-14 kali dan bursa Singapura sebesar 15 kali."Dengan PE ratio sebesar 10 kali, IHSG di BEJ masih lebih murah dibanding bursa di luar negeri," kata Ferry Wong, Head of Research BNP Paribas akhir pekan ini di Jakarta, Sabtu,(29/5/2004).Menurut Ferry, meski IHSG sempat turun tajam dari level 800 ke kisaran 700 poin seperti saat ini, namun melihat PER yang masih rendah tersebut maka bursa di Indonesia masih lebih menarik untuk dijadikan tempat berinvestasi dibanding bursa saham di kawasan regional. Asalkan lanjut dia, kondisi ini harus diikuti dengan suasana politik dan ekonomi yang stabil. "Selama politik stabil, investor masih bisa masuk di saham," tuturnya.Ferry, menilai turunnya IHSG belakangan ini lebih dipicu oleh faktor eksternal seperti menguatnya dolar dan naiknya harga minyak dunia hingga ke level US$ 40 per barel. Namun demikian, meski penurunan IHSG terkait dengan gejolak melemahnya kurs rupiah, menurut Ferry, masih ada beberapa saham yang mempunyai daya tarik untuk dijadikan portofolio investasi terutama saham-saham sektor pertambangan seperti batubara dan minyak. Pasalnya, daya tarik saham tersebut didukung oleh harga minyak dan batubara yang naik. Selain itu, saham-saham lainnya yang bakal naik adalah saham yang mempunyai pendapatan dalam denominasi dolar. Pada penutupan Jumat,(28/5/2004), IHSG ada di level 733,990 naik 5,677 poin karena adanya aksi beli selektif oleh investor terhadap saham pertambangan seperti Inco, United Tractors dan PGN. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads