Pada perdagangan preopening, IHSG turun 2,355 poin (0,07%) ke level 3.539,873. Membuka perdagangan IHSG sempat turun 9,804 poin (0,28%) ke level 3.532,424 akibat melemahnya bursa-bursa Asia. IHSG sempat mencapai titik terendahnya di 3.524,788.
Namun secara perlahan, IHSG semakin pulih akibat rebound saham-saham pertambangan dan juga perbankan. IHSG makin kokoh hingga penutupan sesi I, meski bursa Jepang justru turun semakin dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 49.377 kali pada volume 2.175 juta lembar saham senilai Rp 2,088 triliun. Sebanyak 119 saham naik, 67 saham turun dan 65 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.200 menjadi Rp 45.050, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 100 menjadi Rp 3.100, Adaro Energy (ADRO) naik Rp 75 menjadi Rp 2.400, Astra International (ASII) naik Rp 700 menjadi Rp 55.100, Indika Energy (INDY) naik Rp 150 menjadi Rp 3.900, Garuda Indonesia (GIAA) naik Rp 30 menjadi Rp 560.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 800 menjadi Rp 22.600, Trada Maritime (TRAM) turun Rp 10 menjadi Rp 620, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 7.250, AKR Corporindo (AKRA) turun Rp 110 menjadi RP 1.510, Berlian Laju Tanker (BLTA) turun Rp 10 menjadi Rp 345.
Bursa Jepang masih melanjutkan pelemahannya. Saham-saham perusahaan raksasa Jepang langsung terpangkas karena produksinya harus terhenti akibat tsunami yang menghancurkan fasilitasnya. Saham Toyota anjlok 7,23%, Nissan anjlok 8,52%, Hinda anjlok 3,77%, Toshiba anjlok 16%, dan Sony melorot 9,01%.
Bursa-bursa Asia mayoritas masih melemah:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 0,49 poin (0,02%) ke level 2.933,31.
- Indeks Hang Seng melemah 117,68 poin (0,51%) ke level 23.132,10.
- Indeks Nikkei-225 merosot 616,72 poin (6,01%) ke levle 9.637,71.
- Indeks Straits Times melemah 15,13 poin (0,50%) ke level 3.028,36.











































