Demikian disampaikan Presiden Komisaris, Peter F. Gonto di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, Senin (14/3/2011).
Menurutnya, untuk mengembangkan bisnis internet broadband, perseroan membutuhkan investasi US$ 150 juta selama 5 tahun ke depan. Untuk itu penting bagi perseroan mendatangkan investor strategis, guna mendukung target layanan data terintegrasi First Media.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Peter enggan menjelaskan lebih jauh proses negosiasi yang sedang dilakukan perseroan dengan calon pemegang saham First Media. Yang jelas, sudah ada beberapa investor mendekat dan melakukan proses penawaran. Untuk kepastian bersaran pelepasan saham, Peter bungkam.
"Kita terikat perjanjian. Ada banyak investor. Kenapa tidak di 2010 (negosiasi), karena posisi kita tertekan. Kalau saat ini mendingan, jauh lebih baik. Kita saat ini sedang diperhatikan. Nanti 1%, 50%, 80%, bisa saja," tegas Peter.
Perseroan juga telah menunjuk Merryll Lynch, untuk mengkaji masuknya calon investor strategis yang dimaksud. Diharapkan setelah adanya investor baru, pertumbuhan bisnis perseroan dapat semakin laju, dengan target pelanggan pelanggan menjadi 1 juta di 2016.
(wep/dnl)











































