"Terkait musibah itu, kami dari United Tractor sedang menunggu assesment dari Komatsu," ujar corporate secretary UNTR, Sara K Loebis kepada detikFinance, Senin (14/3/2011). Ia mengkonfirmasi bahwa 4 dari total 7 pabrik Komatsu rusak terkena dampak gempa dan tsunami Jepang pada akhir pekan lalu.
Sara menambahkan, pihaknya sejauh ini belum melakukan evaluasi target penjualan alat berat untuk tahun 2011. Namun ia memperkirakan akan ada perlambatan penjualan akibat bencana alam itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
UNTR merupakan salah satu agen penjual alat berat dari Komatsu, Nissan Diesel, Scania, Bomag, Valmet, dan Tadano. Pada tahun 2010, UNTR berhasil menjual 5.000 alat berat dan diharapkan bisa tumbuh 10% di 2011.
Pada perdagangan Senin (14/3/2011) pukul 14.50 waktu JATS, saham UNTR tercatat turun hingga Rp 750 (3,21%) ke level Rp 22.650. Saham UNTR tercatat sebagai salah satu saham yang paling aktif dilepas oleh investor dengan transaksi mencapai Rp 139,4 miliar.Β Mengenai turunnya saham UNTR itu, Sara mengatakan pihaknya tidak bisa melakukan apapun.
"Memang karena bencana kemarin, pasti investor cukup terpengaruh karena pasti akan terkait penjualan. Apa yang terjadi di Komatsu akan berpengaruh ke UT dan distributor lain yang bekerjasama dengan Komatsu," ujarnya.
(qom/dnl)











































