Terbitkan 2 Reksa Dana, Mandiri MI Incar Dana Kelolaan Rp 350 Miliar

Terbitkan 2 Reksa Dana, Mandiri MI Incar Dana Kelolaan Rp 350 Miliar

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Selasa, 15 Mar 2011 11:33 WIB
Jakarta - PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) terbitkan 2 reksa dana baru, jenis saham dan pendapatan tetap. Dengan tambahan produk tersebut, perseroan menargetkan dana kelolaan baru Rp 350 miliar.

Reksa dana pendapatan tepat (fix income) telah mendapatkan efektif dari Bapepam-LK pada 21 Februari. Produk ini mulai dipasarkan Mei 2011.

MMI menjanjikan besaran investasi, minimal akan sama dengan pokok investasi. Hal ini didasarkan atas fitur baru yang dimiliki MMI, yakni Tanggal Pengembalian Investasi Optimal di 15 Desember 2011

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fix income akan mulai ditawarkan Mei 2011, karena kita bekerja sama dengan agen penjual reksa dana perbankan. Saat ini masih kita proses. Unit pernyertaan sampai dengan Rp 1 miliar. Bank Kustodian adalah Deutsche Bank AG, Cabang Jakarta," jelas Direktur MMI, Andreas M. Gunawidjaja di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (15/3/2011).

Fokus reksa dana ini, bukan pada dana kelolaan di tahun awal. Namun, lebih kepada penambahan investor, dengan investasi dilakukan secara berkala.

"Kita investor berbasis dollar cost averange, dan dana kelolaan tumbuh secara konsisten, installment. Ekspektasi kami Rp 30-50 miliar, tidak bisa langsung cukup besar," tutur Andreas.

Satu produk reksa dana lain, berjenis saham. Strategi berinvestasi yang dijalankan MMI, di luar 20 saham berkapitalisasi besar. Dengan kata lain, MMI akan masuk ke saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil.

"Kita masukan di luar big cap, ex-Top 20, yaitu saham urutan nomor 21 sampai diukur dari kapitalisasi pasarnya," jelasnya.

Reksa dana saham ini, mulai dipasarkan akhir Maret 2011. Target pasar yang akan dibidik adalah institusi, seperti dana pensiun, asuransi dan lainnya. Besar unit pernyertaan sampai dengan Rp 1 miliar, dengan Bank Kustodian adalah Deutsche Bank AG.

"Dalam tahun pertama diharapkan, bisa mendapatkan dana kelolaan Rp 300 miliar," tambahnya.

"Dengan strategi non top 20, artinya apa? Kita lebih agresif. Kita bisa dilihat dari back testing. Hasilnya jauh lebih tinggi," ungkap Direktur Utama MMI, Abiprayadi Riyanto. Hingga saat ini, perseroan mencatat total dana keloalaan (AUM) sekitar Rp 20 triliun hingga 15 Maret 2011.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads