Reksa dana pendapatan tepat (fix income) telah mendapatkan efektif dari Bapepam-LK pada 21 Februari. Produk ini mulai dipasarkan Mei 2011.
MMI menjanjikan besaran investasi, minimal akan sama dengan pokok investasi. Hal ini didasarkan atas fitur baru yang dimiliki MMI, yakni Tanggal Pengembalian Investasi Optimal di 15 Desember 2011
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fokus reksa dana ini, bukan pada dana kelolaan di tahun awal. Namun, lebih kepada penambahan investor, dengan investasi dilakukan secara berkala.
"Kita investor berbasis dollar cost averange, dan dana kelolaan tumbuh secara konsisten, installment. Ekspektasi kami Rp 30-50 miliar, tidak bisa langsung cukup besar," tutur Andreas.
Satu produk reksa dana lain, berjenis saham. Strategi berinvestasi yang dijalankan MMI, di luar 20 saham berkapitalisasi besar. Dengan kata lain, MMI akan masuk ke saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil.
"Kita masukan di luar big cap, ex-Top 20, yaitu saham urutan nomor 21 sampai diukur dari kapitalisasi pasarnya," jelasnya.
Reksa dana saham ini, mulai dipasarkan akhir Maret 2011. Target pasar yang akan dibidik adalah institusi, seperti dana pensiun, asuransi dan lainnya. Besar unit pernyertaan sampai dengan Rp 1 miliar, dengan Bank Kustodian adalah Deutsche Bank AG.
"Dalam tahun pertama diharapkan, bisa mendapatkan dana kelolaan Rp 300 miliar," tambahnya.
"Dengan strategi non top 20, artinya apa? Kita lebih agresif. Kita bisa dilihat dari back testing. Hasilnya jauh lebih tinggi," ungkap Direktur Utama MMI, Abiprayadi Riyanto. Hingga saat ini, perseroan mencatat total dana keloalaan (AUM) sekitar Rp 20 triliun hingga 15 Maret 2011.
(wep/ang)











































