Antisipasi Kampanye Presiden Tak Pengaruhi Bursa Saham
Senin, 31 Mei 2004 11:25 WIB
Jakarta - Menjelang kampanye presiden dan wapres 1 Juni mendatang, antisipasi yang dilakukan investor dinilai tak akan berpengaruh terhadap perdagangan saham."Kalaupun saat ini (indeks) turun, itu bukan antisipasi kampanye tapi karena (bursa) regional yang melemah," ujar Budi Budar, analis senior Samuel Sekuritas, Senin (31/5/2004).Menurut Budi, sebenarnya pasar pada pekan lalu sudah mengalami kenaikan, baik saham maupun obligasi. Sayangnya, hal itu tidak diikuti oleh menguatnya rupiah, meski mata uang regional sudah mulai menguat terhadap dolar AS."Apresiasi rupiah telat. Meski mata uang regional sudah mulai naik, tapi rupiah justru melemah. Akhirnya ini berimbas kepada investor di bursa saham untuk cenderung menahan transaksinya," katanya.Jika rupiah terus melemah, lanjut Budi, maka saham-saam pertambangan dan perkebunan yang pendapatannya dalam bentuk dolar AS akan diburu oleh investor. Namun tidak demikian halnya dengan sektor tekstil. Meski diuntungkan dengan melemahnya rupiah, namun biaya produksinya masih tinggi.Menanggapi tren melemanya indeks di Bursa Efek Jakarta (BEJ) belakangan ini, Budi justru menilai sebagai saat yang tepat untuk mengakumulasi saham-saham yang bagus.Turunnya indeks hari ini akibat dipicu turunnya indeks regional terkait naiknya harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah yang belum menguat. "Kalaupun ada koreksi seperti sekarang maka ini saatnya untuk melakukan akumulasi pembelian," sambungnya.Dalam pandangan Budi, pekan ini pergerakan pasar sedikit volatil, namun dalam kisaran yang sempit. Kalaupun indeks turun, tidak akan terlalu banyak karena investor-investor asing akan memberikan rekomendasi beli saat harga saham terkoreksi.Namun, masih labilnya bursa regional karena naiknya harga minyak dan belum menguatnya rupiah membuat investor cenderung memilih wait and see. "Tapi tren pasar untuk jangka pendek cenderung menguat meskipun ada koreksi," demikian Budi Budar.Hingga pukul 11.10 Jakarta Automatic Trading System (JATS), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi 724,571 atau turun 9,419 poin.
(ani/)











































