Perdagangan Saham Sepi, IHSG Turun Tipis
Senin, 31 Mei 2004 16:21 WIB
Jakarta - Indeks Bursa Efek Jakarta (BEJ) kembali mengalami penurunan. Pada penutupan perdagangan Senin (31/5/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 1,474 poin pada level 732,516. Minimnya sentimen positif membuat investor lebih memilih wait and see hingga nilai perdagangan yang terjadi sangat kecil.Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling likuid turun 0,322 poin pada level 159,097, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,281 poin pada level 121,325, Indeks Papan Utama (MBX) turun 0,571 poin pada level 200,135 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 0,049 poin pada level 164,466.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 6.108 kali pada volume 746.221 lot saham senilai Rp 235,044 miliar. Sebanyak 47 saham mencatat kenaikan harga, 39 saham mengalami penurunan harga dan 304 saham tidak mengalami perubahan alias stagnan.Di jajaran top loser, saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar di antaranya International Nickel (INCO) turun Rp 800 menjadi Rp 31.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 menjadi Rp 14.200, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 1.425, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 1.250 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 10 menjadi Rp 445.Sedangkan saham-saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi (top gainer) antara lain Astra Internasional (ASII) naik Rp 50 menjadi Rp 5.800, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 50 menjadi Rp 4.950, Bank BRI (BBRI) naik Rp 25 menjadi Rp 1.725, Indosat (ISAT) naik Rp 25 menjadi Rp 4.000 dan Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 10 menjadi Rp 370.Minimnya sentimen positif membuat investor cenderung memilih wait and see. Pasalnya, selain karena bursa regional khususnya Nikkei (Jepang) yang turun, nilai tukar rupiah juga belum beranjak naik. Di sisi lain, pelaksanaan kampanye pemilu presiden dan wapres mulai dilirik investor, walau dampaknya diyakini tidak signifikan.
(ani/)











































