Bahan Baku Ban Naik, Laba Multistrada Stagnan

Bahan Baku Ban Naik, Laba Multistrada Stagnan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 17 Mar 2011 12:34 WIB
Jakarta -

Salah satu perusahaan ban nasional, PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), mencatatkan laba yang stagnan di 2010 sebesar Rp 176 miliar dari tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 174 miliar. Kenaikan harga bahan baku ban membuat laba perseroan stagnan.

Meski pendapatan perseroan di akhir 2010 naik, menjadi Rp 2 triliun atau 19% dari periode yang sama di 2009 yakni Rp 1,7 triliun, namun naiknya beban perseroan memaksa labanya tidak banyak bergerak.

"Dari sisi supplai yakni pasokan karet sempat terganggu karena faktor cuaca. Hal ini berimbas pada kenaikan harga bahan baku namun, secara umum masih positif berkat tingginya permintaan di sektor otomotif," kata Presiden Direktur MASA Pieter Tanuri dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (17/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beban perseroan meningkat akibat tingginya harga bahan baku ban. Beban perseroan di 2010 tercatat Rp 29,7 miliar dari sebelumnya di 2009 hanya Rp 633 juta.

Dengan laba yang flat itu maka laba bersih per saham dasar perseroan pun tidak banyak bergerak, dari Rp 28,6 per lembar di 2009 menjadi Rp 28,8 per lembar.

Pertumbuhan penjualan selama 2010 didorong oleh meningkatnya penjualan ekspor dan domestik. Penjualan ekspor mengontribusikan 73%, atau mencapai Rp 1,47 triliun terhadap total penjualan.

Penjualan ekspor ini tumbuh 12% dibandingkan dengan 2009 lalu. Sisanya 27% berasal dari penjualan domesik, atau mencapai Rp 535 miliar, tumbuh 43% dibandingkan dengan 2009 lalu.

"Tahun 2011 MASA menargetkan pertumbuhan mencapai 50%, atau menembus Rp 3,15 triliun. Hal ini didorong oleh peningkatan kapasitas produksi perseroan yang akan rampung pada semester II mendatang," tambahnya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads