Mustafa: Pasar Saham Bagus, Sayang Kalau Hanya Satu IPO BUMN

Mustafa: Pasar Saham Bagus, Sayang Kalau Hanya Satu IPO BUMN

Herdaru Purnomo - detikFinance
Jumat, 18 Mar 2011 13:15 WIB
Mustafa: Pasar Saham Bagus, Sayang Kalau Hanya Satu IPO BUMN
Jakarta - Pemerintah terus mendorong perusahaan pelat merah masuk pasar modal melalui penawaran saham perdana alias IPO (Initial Public Offering). Pasalnya, prospek pasar modal masih cemerlang di 2011 walaupun dalam beberapa pekan belakangan terkena sedikit guncangan.

"Saya terus mendorong BUMN untuk bisa masuk pasar modal karena pasar saham kita sedang bagus-bagusnya. Kan sayang kalau hanya satu lagi, yakni semen Baturaja," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar ketika ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (18/3/2011).

Mustafa menjelaskan, perusahaan yang mempunyai peluang besar untuk masuk ke pasar modal adalah PT Pelindo (Persero) dan PT Angkasa Pura II. Menurutnya, pasar modal yang masih gemilang dapat dimanfaatkan oleh kedua perusahaan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Walaupun saya belum sempat bicara dengan AP II dan Pelindo saya harap mereka bisa masuk ke industri pasar modal kita tahun ini. Namun kita tahu belakangan pasar modal memang sempat mengalami tekanan global, tetapi prospek masih bagus jangan berpengaruh terhadap jangka pendek kan global ada persoalan Timur Tengah, Jepang juga finansial Eropa tapi totally prospek pasar modal kita bagus sekali," papar mantan Dirut Bulog tersebut.

Lebih jauh Mustafa mengatakan, selain melalui IPO ada beberapa perusahaan lagi yang memang diperlukan untuk dilakukan strategic sale. "Rencana kan untuk IPO awal itu ada 7 perusahaan, nah itu termasuk yang strategic selling yakni ada Kertas Padalarang, PT Primissima dan PT Sarana Karya, itu sedang diusahakan," tambahnya.

Pemerintah berniat melepas 30% kepemilikan saham di PT Semen Baturaja (Persero) melalui penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO). Target dana dari aksi korporasi itu diperkirakan Rp 1 triliun. Mustafa mengatakan privatisasi perusahaan pelat merah itu akan dilaksanakan pertengahan tahun 2011 ini.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads