Indeks S&P dan Dow Jones melemah untuk pekan keduanya atas ketidakpastian ini. Penguatan dua hari terakhir belum cukup menutupi pelemahan di perdagangan awal pekan.
Sebanyak 9,61 milair lembar saham diperdagangkan Jumat kemarin waktu setempat, lebih tinggi di atas rata-rata namun belum mampu menutupi transaksi hari-hari sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu alasan mengapa pasar bisa menguat dalam beberapa hari terakhir bahawa jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, krisis yang terjadi di Jepang tidak akan menganggu pemulihan pasar," kata Russ Koesterich, investment strategist dari BlackRock Inc, dikutip dari Reuters, Sabtu (19/3/2011).
Saham-saham bank melompat setelah The Fed mengizinkan bank lokal menambah jumlah setoran dividennya. Wells Fargo and Co dan JPMorgan Chase menyatakan segera menambah jumlah dividennya.
Saham Wells Fargo naik 1,5% ke US$ 31,83 per lembar sementara JPMorgan di Indesk Dow Jones melompat 2,6% ke US$ 45,74 per lembar.
"Hal ini sangat positif, pemulihan pasar memang harus dipimpin oleh saham-saham bank. Tapi dalam beberapa hari ke depan akan ada koreksi teknikal seiring perkembangan," kata Kenneth Polcari, managing director di Icap Corporates New York.
Indeks Dow Jones naik 83,93 poin (0,71%) ke level 11.858,52. Indeks Standard & Poor's 500 menguat 5,49 poin (0,43%) ke level 1.279,21. Sementara Indeks Komposit Nasdaq bertambah 7,62 poin (0,29%) ke level 2.643,67.
Dalam sepekan, Indeks Dow Jones jatuh 1,5%, sementara Indeks S&P terpangkas 1,9% dan Indeks Komposit Nasdaq, melemah untuk pekan keempatnya secara berturut-turut, ambruk 2,6%.
(ang/ang)











































