Seperti dikutip dari laporan keuangan perseroan, Sabtu (19/3/2011), peningkatan laba tersebut disokong oleh pertumbuhan pendapatan yang tercatat sebesar Rp 3 triliun di tahun 2010, dari sebelumnya pada periode yang sama Rp 2,32 triliun.
Dengan adanya kenaikan laba tersebut, maka laba bersih per saham dasar perseroan pun naik, dari Rp 66,73 per lembar di 2009 menjadi Rp 67,56 per lembar saham di akhir tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naiknya total aset perseroan disebabkan oleh akuisisi Agri International Resources Pte Ltd, PT Monrda Intan Barakat, PT Citalaras Cipta Indonesia, PT Julang Oca Permana, PT Domas Agrointi Perkasa, PT Domas Sawitinti Perdana, PT Flora Sawita Chemindo, PT Sarana Industama Perkasa, PT Domas Agrointi Prima dan PT Sawitmas Agro Perkasa di bulan Maret, April, Mei, Juni dan Desember 2010.
Sayangnya, peningkatan kinerja perseroan itu tidak sejalan dengan pertumbuhan harga saham UNSP karena sudah turun 32,75% sepanjang tahun 2010. Harga saham UNSP di akhir 2009 berada di Rp 580 per lembar, sementara di akhir 2010 hanya Rp 390 per lembar.
Pada perdagangan kemarin, saham UNSP ditutup naik 10 poin ke posisi Rp 350 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 609 kali dengan volume 103.134 lot senilai Rp 18 miliar.
(ang/ang)











































