Menurut Direktur Utama INDF Anthoni Salim, penjualan perseroan juga naik meski tipis. Penjualan perseroan naik 2,7% menjadi Rp 38,4 triliun di akhir 2010, dari tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 37,4 triliun.
"Kami akan terus berkembang dalam menghadapi tantangan setiap tahunnya guna mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan nilai perusahaan," katanya dalam situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontribusi dari Grup Produk Konsumen Bermerek naik menjadi 46% dari sebelumnya 43%. Kontribusi Grup Agribisnis stagnan di 20%, begitu juga dari distribusi stagnan 8%.
Perseroan juga mencatat laba kotor naik 19,4% jadi Rp 12,47 triliun dari sebelumnya Rp 10,44 triliun di akhir tahun 2009. Sementara laba usaha tumbuh 34,5% menjadi Rp 6,73 triliun di 2010 dari sebelumnya Rp 5 triliun.
Seiring pertumbuhan di 2010 itu, harga saham perseroan sudah naik 37%, dari harga di akhir tahun 2009 sebesar Rp 3.550 per lembar menjadi Rp 4.875 per lembar di akhir tahun 2010.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga saham INDF turun 50 poin (1,02%) ke level Rp 4.850 per lembar.
(ang/ang)











































