PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) akan menerbitkan obligasi Rp 250 miliar. Dana hasil obligasi digunakan perseroan untuk ekspansi kredit di tahun 2011.
Dikutip dari siaran pers perseroan, Senin (21/3/2011), surat utang ini merupakan yang pertama dikeluarkan perseroan (seri I). Sementara bentuk penggalangan dana yang pernah dilakukan SDRA di tahun lalu adalah penerbitan saham baru (rights issue) pada bulan Januari, sebesar Rp 108 miliar.
Surat utang digunakan untuk mendorong kredit perseroan. Pada tahun 2011 target pertumbuhan menjadi Rp 3,68 triliun, dengan tingkat NPL gross maksimal 2%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rencana kerja perseroan, SDRA menetapkan tahun 2011 sebagai awal pencanangan visi pertumbuhan 1-2-3. Yakni satu tujuan menuju dua digit asset (minimal Rp 10 triliun), dalam kurun waktu tiga tahun.
Bagi Dividen Rp 9 Per Saham
Perseroan sepanjang tahun 2010 berhasil membukukan laba Rp 59,9 miliar, atau naik 68,16% dari periode sebelumnya Rp 35,65 miliar. Sebanyak Rp 20,8 miliar (Rp 9 per lembar) dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham.
"Pembayaran dividen tunai dilakukan pada 21 April 2011," jelas Corporate Secretary SDRA, Bambang Wisaksono.
Sisa laba, sebanyak Rp 37,3 miliar sebagai laba ditahan, dan Rp 1,7 miliar disisihkan untuk cadangan perseroan.
Sepanjang Januari-Desember 2010, SDRA juga menghasilkan Pendapatan Bunga Bersih Rp 271,297Β miliar, naik 53,44% dari periode lalu Rp 176,80 miliar. Peningkatan ini didukung oleh Marjin Bunga Bersih sebesar 10,24%.
Portofolio kredit tumbuh 32,73% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,925 triliun dan mencapai Rp 2,55 triliun di akhir tahun 2010. Dengan pertumbuhan kredit tersebut, maka akhir 2010 asset Bank Saudara mencapai Rp 3,264 triliun atau bertumbuh sebesar 35,80%.
(wep/ang)











































