KPPU Telusuri Dugaan Monopoli SCTV-Indosiar

- detikFinance
Senin, 21 Mar 2011 14:07 WIB
Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan melakukan penilaian terhadap akuisisi PT Indosiar Karya Media Tbk (Indosiar) yang dilakukan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pemegang saham PT Surya Citra Media Tbk (SCTV).

KPPU memfokuskan untuk mengkaji lebih jauh apakah ada dugaan persaingan usaha tidak sehat dan praktik monopoli dari kepemilikan dua atau lebih perusahaan dalam proses akusisi tersebut.

"Kita melihatnya ketentuan merger dan akuisisi ini harus hati-hati. Apakah mereka bergerak di bidang yang sama. Apakah perusahaan itu overlapping atau tidak. Kalau memang perusahaan itu berbeda tidak masalah. Sekarang masalahnya kalau ini kan bisa dinyatakan sebagai persuahaan di bidang yang sama. Mereka bermain di teritorial televisi tidak berbayar. Kita harus lihat dampaknya," demikian disampaikan Komisioner KPPU, Anna Maria Tri Anggraeni, kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/3/2011).

Tri menjelaskan, jika memang dalam proses akuisisi Indosiar oleh EMTK sudah dilakukan, maka yang berwenang diwajibkan memberikan notifikasi untuk diberikan penilaian paling lambat 30 hari setelah akuisisi efektif.

Dikatakan Tri penilaian yang dimaksud adalah dampak terkait persaingan usaha tidak sehat dan monopoli perusahaan penyiaran. Apabila terdapat dampak yang demikian, maka aksi korporasi yang dilakukan EMTK itu dapat menjadi perkara yang perlu diperiksa lebih jauh oleh KPPU.

"Dari situ kita nantinya akan melakukan semacam penilaian. Kalau saya tidak tahu ya berkas itu sudah diterima atau belum," tambahnya.

Lebih jauh Tri mengatakan, ketentuan dalam UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat berbeda dengan UU Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Pelanggaran terhadap kepemilikan silang dari segi hukum persaingan usaha harus dikaji terlebih dahulu dampaknya.

"Di sini terjadi semacam kempemilikan silang begitu ya. UU Persaingan Usaha memang melihat kepemilikan silang tidak semata-mata per sae rule, artinya dia menguasai dua atau lebih perusahaan penyiaran sekaligus. Itu tidak langsung dinyatakan ilegal. Mungkin ini yang membedakan antara rezim persaingan dan rezim penyiaran," papar Tri.

Sebagaimana diketahui, Undang Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2005  tentang Penyelenggaraan Penyiaran Swasta, melarang monopoli dan penguasaan informasi pada satu orang atau perusahaan.

EMTK telah membeli 551.708.684 saham Indosiar atau setara dengan 27,24% dari total saham IDKM. Dengan harga per lembar Rp 900 maka total nilai transaksinya sebesar Rp 496,537 miliar.

(dru/ang)