Hapus Defisit, BII Lakukan Kuasi Reorganisasi
Rabu, 02 Jun 2004 11:46 WIB
Jakarta - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) akan melakukan kuasi reorganisasi yang diikuti penurunan modal untuk menghapus defisit modal sebesar Rp 15,847 triliun. Rencananya perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang berlangsung 30 Juni 2004. Sedangkan efektif pelaksanaannya setelah disahkan Menkeh HAM akan dilakukan pada 1 September 2004. Demikian penjelasan manajemen dalam prospektus yang dipublikasikan Rabu (2/6/2004). Dijelaskan, meskipun telah mencetak laba selama dua tahun berturut-turut 2002 dan 2003, namun sebagai dampak krisis ekonomi pertengahan 1997, BII sampai 31 Desember 2003 masih memiliki akumulasi kerugian sebesar Rp 15.847.851.000.000. "Kondisi saldo negatif atau defisit yang sangat besar dapat mengakibatkan pandangan negatif dari kreditur, investor, analis keuangan dan rekan bisnis karena dinilai memilikirisiko yang tinggi," kata Direktur Utama BII Henry Ho Ho Cheang dalam prospektus tersebut. Menurutnya, saldo laba negatif BII hanya dapat dieliminasi dengan melakukan kuasi reorganisasi yang disertai dengan reorganisasi secara hukum melalui penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar (penurunan modal). Sedangkan penurunan modal harus dialkuakn karena agio saham BII tidak mencukupi. Tidak adanya agio saham yang cukup antara lain diakibatkan pelaksanaan rekapitalisasi BII yang sedikit berbeda dengan bank-bank lain. Selain itu penambahan penyertaan modal sementara BPPN tahun 2002 melalui right issue IV dilakukan tanpa menimbulkan agio saham dikarenakan kondisi pada saat itu. Oleh karena itu eliminasidefisit tidak dapat hanya dilakukan dengan kuasi reorganisasi. Dengan kuasi reorganisasi maka neraca keuangan tidak dibebankan defisit karena struktur ekuitas telah diperbaiki. Selain itu juga diharapkan minat investor meningkat karena perseroan bisa membagikan dividen. Saat ini modal dasar BII sebesar Rp 38 triliun dan setelah kuasai reorganisasi akanmenjadi Rp 12,864 triliun. Sedangkan modal ditempat dan disetor penuh dari Rp 17,867 triliun menjadi Rp 3,216 triliun. Ekuitas bersih dari sebesar Rp 3,359 triliun menjadi Rp 3,376 triliun. Hingga pukul 12.30 waktu Jakarta Automatic Trading System (JATS) saham BII stagnan di level Rp 135 per saham.
(san/)











































