Tujuh Bank Diseleksi Jadi Payment Bank KSEI

Tujuh Bank Diseleksi Jadi Payment Bank KSEI

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Selasa, 22 Mar 2011 16:36 WIB
Jakarta -

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) segera memutuskan pemenang tender bank pembayar (payment bank) di bulan Mei 2011. Sebanyak 7 bank nasional telah mendaftarkan diri, dan siap berpartisipasi dalam penyelesaian transaksi di pasar modal.

Demikian disampaikan Direktur Utama KSEI, Ananta Wiyogo di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Selasa (22/3/2011).

"Semua peserta 7 bank yang berminat. Nanti jika mereka memenuhi kriteria, bisa saja seluruhnya menjadi bank pembayar," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ananta menambahkan, 7 bank tersebut termasuk rekanan KSEI sebelumnya yang sudah menjadi bank pembayar di periode sebelumnya. Yaitu Bank Mandiri Tbk (BMRI, Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), Bank Permata Tbk (BNLI), dan Bank Central Asia Tbk (BBCA). Tiga bank sisanya, merupakan bank BUMN dan swasta nasional.

"Ada lah sisanya, dari BUMN dan swasta. Saya enggak bisa katakan," ungkapnya.

Namun menurut sumber detikFinance, dua diantara tiga bank tersebut yang mendaftarkan diri sebagai payment bank adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Internasioal Indonesia Tbk (BNII).

"Nanti yang mungkin bergabung adalah BNI dan mungkin grupnya BII (Bank Internasional Indonesia)," kata sumber tersebut.

Sebelum diputuskan, bank mana yang menjadi rekanan baru KSEI, mereka harus lolos beberapa persyaratan dari tim internal perseroan. Diantaranya, memiliki sistem teknologi informasi yang andal sesuai dengan kriteria bank pembayaran KSEI, serta memiliki reputasi terbaik.

Pemenang tender akan diumumkan pada bulan Mei 2011, dan kemudian efektif transaksi host to host system diantara sistem KSEI dan bank pada Juni 2011. Pengaturan payment bank ini telah sesuai dengan  Peraturan Bapepam-LK No III.C.6 tentang Prosedur Operasi dan Pengendalian Interen Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.

"Sebenarnya ini (payment bank) sudah kami tawarkan sejak tahun 1995. Namun mereka (perbankan) baru sadar manfaatnya," tutur Ananta.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads